Budaya

Arsitektur Bangunan Tangga Bersejarah Seusia Kota Sukadana Peninggalan Jaman Hindia Belanda

1232
×

Arsitektur Bangunan Tangga Bersejarah Seusia Kota Sukadana Peninggalan Jaman Hindia Belanda

Sebarkan artikel ini

LAMPUNG TIMUR – Arsitektur bangunan tangga bersejarah berlokasi di dataran miring atau tebing ditepian Sungai Way Sukadana beralamat di Jalan Jenderal Sudirman Desa Sukadana Kecamatan Sukadana tepatnya berada diluar pagar dibelakang bangunan Objek Wisata Sesat Agung Sukadana.

Arsitektur bangunan tangga tersebut adalah merupakan salah satu saksi bisu peninggalan yang dibangun oleh arsitek pada era jaman onder afdeling masa kependudukan pemerintahan Hindia Belanda yang nantinya dapat dijadikan cagar budaya.

Meskipun berusia tua, bangunan tangga tersebut masih tetap tampak terlihat kokoh sebagai pertanda awal mulanya berdiri Kota Sukadana Kota Tertua di Kabupaten Lampung Timur pada tahun 1650 silam dapat menghantarkannya menjadi situs bersejarah.

“Diluar pagar bangunan Objek Wisata Sesat Agung ada tangga yang dibangun jaman Belanda dulu,” kata Zainal Abidin Wahid kepada metrodeadline pada Senin, 5 Oktober 2020 pukul 13.00 WIB dikediamannya.

Selain anak tangga, diatasnya berada dibagian tanah datar terdapat bangunan yang menyerupai dapur dan tahanan sel tikus sangat disayangkan telah dipugar.

“Disini ada juga bangunan tungku dan sel tahanan kamar tikus, tapi semua dibongkar waktu mau dibangun Objek Wisata Sesat Agung Sukadana ini,” terang Tokoh Adat Marga Unyi Sukadana itu.

Begitu pula dilapangan tepat didepan Kantor Kecamatan Sukadana terdapat sebuah bangunan podium peninggalan arsitek Belanda yang ikut dibongkar.

“Dilapangan depan Kantor Kecamatan Sukadana ada bangunan Belanda mirip tempat upacara, juga dibongkar, mereka hanya main bongkar saja tidak tau kalau bangunan-bangunan itu punya nilai historisnya,” jelas lelaki dengan Gelar Adat Suttan Paku Alam tersebut.

Harapan Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Lampung Timur bangunan tangga agar dijadikan sebagai cagar budaya atau situs bersejarah sebab kini usianya telah mencapai 350 tahun.

“Kami berharap bangunan tangga ini bisa dijadikan cagar budaya atau situs bersejarah sebab usianya sudah ada 350 tahun seusia Kota Sukadana, berikut ada juga bangunan Belanda lokasinya di Gunung Temiang, itupun kalau belum dibongkar,” harapnya.

Arsitektur bangunan yang dibangun oleh arsitek pada era jaman onder afdeling masa kependudukan Pemerintahan Hindia Belanda tersebut keseluruhan berjumlah 55 anak tangga.

Terdapat 5 anak tangga yang mengalami patah akibat amblas disebakan tanah longsor tergerus air disaat banjir, namun pada waktu musim kemarau dijadikan masyarakat akses berlalu lalang tempat pemandian umum.

Nantinya pengunjung Objek Wisata Sesat Agung Sukadana Lampung Timur dapat dimanjakan dengan menikmati pemandangan kokohnya bangunan tangga tersebut.

Ditambah lagi setelah pengembangan Objek Tamam Wisata Beringin Indah di Desa Negara Nabung, Gunung Temiang di Desa Sukadana dan Air Terjun Way Guruh di Desa Lehan Kecamatan Bumi Agung.

(Ropian Kunang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!