Dituding Tak Trasparan,  Kepala SDN 1 Rengas Bekri Lamteng  : Saya Bayar Ke Disdikbud

Lampung Tengah – Dana Bos tingkat Sekolah dasar di masa pandemi menjadi objek besar bagi penguna anggaran di sekolah, sebab walaupun siswa di liburkan dana Bos tersebut tetep terkucurkan ke rekening sekolah masing masing. Hal ini jelas harus menjadi perhatian dalam kegunaan dana bos yang sesuai aturan yang berlaku.

Seperti  SDN 1 Rengas Bekri Kabupaten Lampung Tengah diduga  dana Bos tahap 1 dan 2 tidak transfaran terhadap publik bahkan di interen sekolahnya, dan seperti di kocok bekem oleh kepala sekolah tersebut, karena dari hampir rata tata dewan guru meluhkan anggaran dana bos yang tak mengerti dikemanakan dan digunakan untuk apa, bahkan bendahara Bos sekolah tersebutpun tak mengetahui apapun terkait dana bos tersebut.

Robai selaku dewan guru mengatakan bahwa, kepala sekolah tidak transfaran dalam ke gunaan dana bos. Menurutnya dana bos di kelola oleh kepala sekolah sendiri.

“Jadi dikelola sendiri dana bos tersebut tampa melibatkan bendahara. Jika di tanyai oleh kami kegunaan dana bos tersebut untuk apa ? pak karyono memang menjawab untuk ini itu namun tidak ada buktinya atau fisiknya, bahkan selalu mengacam dewan guru untuk keluar dari sekolah jika selalu bertanya tentang dana bos karena dana bos itu urusan dia dan rahasia,” jelas Robai.

Masalah ini sampaikan kepada sudah kepada uptd / Korwil untuk minta solusi terkait kepala sekolah ini, namun belum ada tindakan.

 

Evi selaku Bendahara  menjelaskan bahwa dirinya baru di sekolah tersebut.

 “Saya tidak tahu karena belum mengelola dana bos dan saya baru saja pindah di sekolah ini, namun saya akan baru di angkat sebagai bendahara bos di Tahap ke 3,”ujarnya.

Di selah itu juga Karyono selaku kepala sekolah mengatakan kegunaan dana bos hanya untuk kertas ulangan siswa.

“Ya hanya untuk kertas ulangan saja,untuk paket internet akan saya ganti di tahap 3 dana bos,”kata dia.

Saat di tanyai oleh awak media ini kemana anggaran dana BOS tahap 2 jika dewan guru baru akan di ganti paket internetnya di tahap 3.

Jawab karyono ” tidak bisa saya jawab, karena itu urusan saya dengan dinas soalnya saya juga membayar kesana (dinas),” tuturnya.

Saat ditanya bayar apa kedinas ? Karyono mengatakan tidak bisa saya ucapkan. (*)

Penulis : Hendra

You might also like

error: Content is protected !!