Daerah

Terbukti, Manfaat Mandi Subuh, Hi.,M., Taufiq : Badan Terasa Lebih Ringan

1223
×

Terbukti, Manfaat Mandi Subuh, Hi.,M., Taufiq : Badan Terasa Lebih Ringan

Sebarkan artikel ini

LAMPUNG TIMUR – “Badan terasa lebih ringan dan hilang rasa malas,” demikian dikatakan Hi. Muhammad Taufiq (65) warga Desa Labuhan Ratu I Kecamatan Way Jepara, kepada metrodeadline pada Selasa, 1 September 2020 pukul 17.35 WIB melalui aplikasi WhatsApp.

Hal itu disampaikan oleh Taufiq, karena Munciarti istrinya kini merasakan begitu besar manfaat membiasakan diri mandi subuh yang dilakukannya secara rutin, tertib dan teratur pada waktu subuh.

Munciarti (60) melakukan itu, setelah Riyan warga Desa Pasar Sukadana Kecamatan Sukadana menceritakan pengalamannya selama mengalami sakit pada tahun 2006 silam, yang dinilai dan dipandang bermanfaat bagi kesehatan.

“Kalau kita tidak membiasakan mandi subuh secara rutin sebelum sholat subuh ataupun terbit fajar, maka nanti suatu ketika berdampak buruk bagi kesehatan tubuh,” kata Riyan memulai ceritanya beberapa waktu lalu dihadapan Taufiq dan Munciarti sepasang suami-istri itu dirumahnya Way Jepara.

“Mungkin, kalau dalam kurun waktu sehari, seminggu, sebulan setahun atau sepuluh tahun fisik kita masih kuat, tapi lambat laun nanti perlahan-lahan maka dapat berakibat fatal,” tambahnya.

“Tubuh kita akan mudah diserang gejala berbagai macam jenis penyakit yang disebabkan panas dalam tubuh akibat dampak mandi subuh tidak teratur.”

Terdapat berbagai macam jenis penyakit
yang timbul mulai dari air liur terasa pahit sampai stroke.

“Awalnya, air liur rasa pahit, bibir pecah-pecah, sariawan, radang tenggorokan atau amandel, sakit gusi atau sakit gigi,” jelasnya.

“Hidung tersumbat dan mimisan, mata perih, sakit mata hingga berakibat rabun katarak, telinga berdenging sampai tuli.”

“Suhu tubuh panas tinggi, sakit kepala migrain atau vertigo, gondongan, bahkan pada bagian tubuh kita tumbuh bisul, baik di betis, paha, pinggang, punggung, dada dan bagina kepala.”

“Fatalnya, tensi darah kita jadi tinggi, kangker, stroke akibat pecah pembuluh darah atau penyempitan pembuluh darah,” terangnya.

“Semua jenis penyakit tersebut akibat dampak panas dalam hingga menyerang seluruh organ saraf manusia.”

Ia mencontohkan sesuai dengan logika sederhana sebuah kendaraan dipasang termometer alat untuk pengukur suhu.

“Seandainya, kita manusia diciptakan oleh manusia, maka seperti kendaraan roda empat akan dipasang alat pengukur suhu panas atau termometer,” urainya.

“Apabila jarum termometer naik berarti suhu mobil panas, pemilik mobil perlu ekstra berhati-hati tidak meneruskan perjalanan, khawatir jebol mesin.”

Apabila suhu anak usia bayi lima tahun (Balita) terlampau tinggi, maka dapat berakibat volio.

“Bagi balita, apabila suhu tubuhnya panas tinggi dapat berdampak step dan berakibat pada kelumpuhan otot secara total penyebab polio.”

“Maka tempo dulu, banyak ditemukan bayi mengalami kelumpuhan otot, baik sebagian atau seluruh anggota tubuh, kini, banyak yang masih usia muda juga terserang stroke.”

“Begitu juga mandi petang harus tepat waktu pukul 16.00 WIB, jangan sampai terbenam sinar matahari, bila terbenam, hawa dingin menumpuk menyebabkan reumatik, reumatik menumpuk maka timbul asam urat.”

“Jangan paksakan mandi apabila perut kosong sebab kalau pisik kita tidak kuat maka akan jatuh pingsan, sebaiknya isi makan lebih dulu, begitu juga dengan bayi diberi minum susu atau asi.”

“Selama ini, mandi subuh kita abaikan padahal itu penting bagi kesehatan, kita hanya fokus dengan 3 pola hidup sehat yaitu makan teratur, olahraga teratur dan istirahat teratur.”

“Ternyata dengan menerapkan ketiga pola itu saja, dinilai kurang cukup guna menjaga kesehatan fisik, bukankah menjaga kesehatan lebih baik daripada mengobati.”

“Untuk membiasakan diri mandi subuh sebagai rutinitas dirasa sangat berat, mau bangun subuh, apalagi mandi airnya terasa dingin saat mengguyur tubuh.”

“Tapi, bagi yang sudah terbiasa bangun untuk menunaikan ibadah sholat subuh, diteruskan mandi, semuanya jadi ringan, kata pepatah, ala bisa karena biasa.”

“Sekarang, kalau sampai tiga kali tidak mandi subuh, gusi saya pasti bengkak dan sakit gigi, maka cara mengobati harus mandi subuh pasti sembuh,”

“Ini merupakan pengalaman pribadi yang sesuai dengan logika sederhana saya, perlu diakui bahwa saya bukan seorang ilmuwan ataupun paramedis yang telah melakukan penelitian ataupun riset,” tutup Riyan pria berusia 51 tahun itu.

(Ropian Kunang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!