Daerah

Anak-anak Pengunjung Kolam Renang “Sukadana Ilir Indah” Makin Ramai

2997
×

Anak-anak Pengunjung Kolam Renang “Sukadana Ilir Indah” Makin Ramai

Sebarkan artikel ini

LAMPUNG TIMUR – Kolam renang “Sukadana Ilir Indah” (SII) milik Boim alias Iim warga Desa Sukadana Ilir Kecamatan Sukadana, belakang ini pengunjungnya semakin bertambah ramai.

 

Pengunjungnya mayoritas anak-anak usia 5 hingga 10 tahunan sebab rancang bangun kolam renang Sukadana Ilir Indah dibangun khusus untuk anak-anak seusia itu.

“Kalau dihitung sejak dibangun sampai September 2020 ini sudah setahun, mau mulai beroperasi datang wabah Corona, terpaksa untuk sementara tutup, sampai berlumut lantai dan airnya,” ungkap Boim pada Minggu, 30/8/2020 jam 10.00 WIB disela-sela kesibukannya memangkas rambut para pelanggannya yang mengantri.

“Waktu mau lebaran (Idul Adha) kemarin, takut (jadi buah bibir keponakan) paman punya kolam renang, makanya diberesin, dibersihin, diobatin, dirapihin, airnya diganti sampai beres.”

“Datanglah di hari lebaran (keponakan), seminggu sebelumnya ngisi air, mulailah pengunjung datang, orang-orang lewat nanya, om buka ya, ya kalau kalian mau renang ya dibuka, nah terus kayak gitu, ada juga yang photo photo, ya sampai akhirnya terkenal kayak gini,” ujarnya senang.

Legalitas, Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Nomor 510 / 08 / SIUP / 01-KEC / 2020 dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) Nomor 510/008/ 01-KEC / 2020 telah dikantongi tetapi kolam renang SII belum beroperasi.

“Urusan surat izinnya sudah disiapkan lama hampir satu tahun, sudah jadi, tapi kolam renangnya yang nggak dibuka-buka, belum operasi, akibat ada Corona.”

“Hari-hari biasa nggak mesti, kadang-kadang paling 4 sampai 15 orang, hari Sabtu mulai lumayan dan Minggu. Tapi baru 3 kali hari Minggu ini kebetulan rame ada sekitar 100 orang, mungkin baru tau,” terang Iim nama panggilan akrabnya.

Biaya masuk ke lokasi kolam renang SII hanya dengan tarif Rp.3,000.perorang pada hari biasa, dan Rp.5,000. perorang hari Minggu atau libur.

“Karena kemenangannya kesatu murah, airnya terjamin, keseterilannya, nanti naik nggak (biaya masuk) om, nggak saya nggak mau naikin (harga) karena untuk anak-anak.”

Hasil pendapatannya pada hari-hari biasa berkisar antara Rp.45,000. sedangkan pada hari Minggu atau libur mencapai Rp.550,000.belum dipotong untuk biaya operasional dan lain-lain.

Jauh sebelumnya, Iim telah menggeluti usaha pangkas rambut alis tukang cukur, ia melayani anak, remaja dan dewasa dengan tarif Rp.5,000. – Rp.10,000.perorang.

“Alhamdulillah, ekonomi bisa teratasi, jadi nggak pusing lagi mau usaha cari uang buat biaya sekolah dan kuliah anak, saya fokus kerja pangkas rambut, sedangkan istri dibantu anak-anak ngurusin kolam, hasilnya juga buat mengangsur pinjaman,” tutupnya.

Afika Vinia Putri (8) warga Desa Pasar Sukadana Kecamatan Sukadana mengatakan saking asik Aqila Khaliza Safitri (4) adiknya berenang-renang sampai tak mau pulang, maunya berenang hingga petang.

“Adek tadi nggak mau pulang, dia masih mau berenag terus, padahal dia belum bisa berenang, dia cuma loncat-loncat, perosotan aja nggak berani, masih takut,” kata Afika asik bercerita sepulang dari kolam renang, sembari berpesan kepada kakek dan neneknya, “Minggu Depan Kami Berenang Lagi Ya Kek,” diamini oleh adiknya.

Untuk membangun kolam renang seluas 144 meter persegi dengan ukuran 12×12 meter yang terbagi menjadi 3 lokasi tersebut sampai menghabiskan biaya sebesar Rp.150 juta.

Anggaran sebesar itu digunakannya untuk biaya belanja barang dan jasa, mulai dari biaya membeli tanah untuk lokasi bangunan kolam, material bangunan dan upah tenaga kerja atau tukang.

Tak bermuluk-muluk, Boim tak ada program membangun kolam renang untuk kaula muda usia remaja maupun dewasa. Melainkan rencananya akan membuat gazebo dan pondok santap memanfaatkan sisa lahannya.

Semula, rumah dan tanah itu ditawarkan untuk dijual untuk modal usaha keluar daerah, namun atas ide atau gagasan istri dan anak-anaknya, akhirnya diperoleh pinjaman modal dan dibangun kolam renang tersebut lalu kemudian diberi nama, “Sukadana Ilir Indah”.

(Ropian Kunang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!