Rumah pintar yang berada di 22 Kelurahan se-Kota Metro saat ini terkesan mati suri dan terbengkalai tanpa ada aktifitas sejak beberapa tahun belakangan ini. Bahkan suntikan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) ratusan juta rupiah setiap tahun terus mengalir untuk alokasikan oprasional serasa mubazir.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Metro, Syachri Ramadhan, S. Sos., M. M melalui Kepala Bidang Perpustakaan, Dra. Mega Fitri membantah hal tersebut. Ia mengaku rumah pintar masih beroperasi, namun tidak setiap hari dibuka.
“Jadi anggaran tersebut untuk insentif penunggu rumah pintar. Setiap rumah pintar ada dua orang yang berjaga. Totalnya ada 44 penjaga, mereka diberi insentif setiap triulan sekali selama satu tahun, “ungkap Mega kepada harian metrodeadline, Rabu (05/08/2020).
Mega kembali menjelaskan, tahun 2020 ini anggaran tersebut sempat akan dicoret untuk penanganan Covid-19. Namun tidak jadi, sehingga anggaran tersebut tetap cair.
“Jadi terkait masalah Perda perpustakaan yang ada di sekolah-sekolah, termasuk rumah pintar memang selama ini belum ada. Untuk payung hukumnya, kita masih memakai undang-undang tentang perpustakaan. Ya, untuk Perda saat ini masih kita susun tinggal menunggu persetujuan DPRD,”jelasnya.
