
LAMPUNG TIMUR – Ruwi, Rifki dan Diki adalah pemuda warga Kecamatan Bandar Sribawono di hadang oleh dua orang oknum tak dikenal (OTD) saat dalam perjalanan pulang dari Kota Metro ke Bandar Sribawono.
Ketiga pemuda itu mengendarai dua unit sepeda motor, Ruwi mengendarai sepeda motor Vega ZR, B6227TOI, merah hitam membonceng Rifki, Diki mengendarai kerangka sepeda motor Honda 70 alias Honda jangkrik.

Rupanya, mereka dibuntuti oleh dua OTD yang mengendarai sepeda motor beat merah mulai dari SPBU yang terletak di ujung perbatasan Desa Gunung Tiga dan Desa Sukacari Kecamatan Batanghari Nuban.
Ketika ditempat sepi tepat di Jalan Raya Desa Raja Basa Batanghari Kecamatan Sukadana didepan eks Pos jaga motor yang dikendarai Ruwi diterjang oleh oknum OTD dari atas motor.
Akibatnya Ruwi terjungkal hingga tiga kali tertimpa sepeda motornya, lalu salah satu oknum OTD turun dan menghunus senjata tajam.
Namun kedua oknum OTD melarikan diri sebab beberapa pengendara sepeda motor yang kebetulan melintas berhenti dan masyarakat penduduk disekitar yang menyaksikan kejadian berdatangan untuk memberikan pertolongan.
Bahkan seorang masyarakat setempat menawarkan mereka bertiga beristirahat dirumahnya, namun berhubung merasa takut sembari menahan rasa sakit tetap meneruskan perjalanan pulang.
“(Motor ditendang) ya hooh, terus oleng (motor) aku, (oknum OTD) nodongin (sajam), (berapa orang) dua, gedek-gedek (besar-besar) badannya,” kata Ruwi pada Rabu, 28/7/2020 pukul 14.50 WIB pada saat beristirahat didepan Masjid Darussalam Desa Mataram Marga Kecamatan Sukadana.
Kedua oknum OTD mengendarai sepeda motor Honda Beat, merah dan kedua penumpang memakai jaket warna hitam dan pengemudi berbaju kaos hitam menggunakan masker.
“Motor beat merah sudah dicat, (warna pakaian) yang dibelakang pake jaket warna merah, yang depan make baju kaos item, maskeran,” ungkapnya.
Mereka bertiga merupakan siswa SMK Kosgoro II Kecamatan Bandar Sribawono Kabupaten Lampung Timur.
“SMK Kosgoro Dua, aku liat sebelum jatuh orangnya bilang ngacungin senjata, makanya kalau disuruh berhenti, berhenti nggak usah ngeyel. Terus balik kesini nyamperin, aku belum bangun,” terangnya.
Ternyata mereka telah dibuntuti oleh kedua oknum OTD setelah berpapasan didepan SPBU Desa Gunung Tiga.
“Terus itu nggak tau gimana mataku merem, terus om (metrodeadline.com) dateng, aku bangun. (Diikuti dari SPBU) iya, kan papasan, diliatin, orangnya liatin balik, nah saya kebut, tau-tau udah dibelakang,” jelasnya.
Ruwi enggan melaporkan kejadian ke Kepolisian, karena merasa takut urusan berkepanjangan karena tidak punya SIM.
“(Apakah ingin melapor ke Kepolisian) nggak berani, (kenapa) nanti urusannya panjang. Kan masih dibawah umur belum punya SIM,” pungkasnya.
Untuk kedua kalinya disarankan agar melapor ke Polsek Sukadana maupun Polres Lamtim namun Ruwi dan kedua temannya memilih untuk meneruskan perjalanan pulang.
Menurut Julian Muhtar warga Pasar Sukadana Kecamatan Sukadana dilokasi tersebut kembali tidak aman.
“Disitu memang tempat sepi, berarti sekarang mulai tidak aman,” kata Juli singkat.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sukadana, Kompol Arsis, SH mengucap terimakasih atas informasi tersebut.
“Terimakasih infonya,” kata Kapolsek Sukadana, Arsis pada Rabu, 29/7/2020 pukul 19.51 WIB melalui aplikasi WhatsApp.
(Ropian Kunang)
