
Metrodeadline, Lampung Utara – Kondisi jalan Kabupaten sepanjang 4 (Empat) Kilometer (Km) yang melintasi 3 (Tiga) Kelurahan di Kecamatan Kotabumi yakni Kelurahan Kotabumi Ilir, Kelurahan Sribasuki dan Kelurahan Rejosari rusak parah. Hal ini menyebabkan terhambatnya kegiatan ekonomi karena jalan tersebut digunakan sebagai akses angkutan hasil pertanian.
Lurah Rejosari, Opi Riyansyah, S.Pd, MM. membenarkan keadaan tersebut.
“Menurut pengetahuan kami jalan tersebut merupakan jalan kabupaten,” Ujarnya. Senin (13/07/2020).
Terpantau dilokasi terpasang portal yang dipasang secara swadaya oleh masyarakat untuk mengantisipasi bertambah parah nya rusak pada jalan tersebut.
“Secara mandiri warga Kelurahan Rejosari memasang portal karena jalan itu sering digunakan oleh mobil angkutan besar, takut bertambah rusak dan mengakibatkan mobil angkutan tersebut terjadi kecelakaan atau hal – hal yang tidak diinginkan,” Papar Opi Riyansyah, S.Pd. MM.
Menurut salah satu pengusaha yang juga pengguna jalan tersebut, Ahmad Natsir mengatakan bahwa Lampung Utara tidak memiliki potensi pertambangan atau kelautan tetapi didominasi pada sektor agrobisnis.
Apalagi data BPS 45% warga Lampung Utara adalah petani yg menggunakan jalan untuk mengeluarkan hasil bumi, maka jalan yg baik adalah mutlak. Bukan malah diportal bahkan keadaan jalan yg urgen butuh perbaikan justru terabaikan.
“Jalan adalah nadi ekonomi, rusaknya jalan maka rusak pula ekonomi apalagi ditambah pandemi,” Lanjutnya.
Kemudian Ahmad Natsir berharap agar Pemerintah bisa tegas terhadap “Mafia Jalanan” yg selama ini dikenal dengan istilah “Kawalan”. Dan berharap dengan diportalnya jalan kalicinta – Bernah, jalan Kalicinta – Rejosari dapat beralih status menjadi jalan Provinsi sehingga diharapkan hadirnya jalan yg representatif untuk mengakomodir keperluan ekonomi infrastruktur warga yg berbasis agrobisnis lewat kegiatan pemberdayaan warga selaku subyek pembangunan.
“Diharapkan kedepan pembangunan dapat memberdayakan warga sekitar selaku subyek pembangunan lewat kegiatan yg partisipatif transparantif dan akuntabel,” Harap Ahmad Natsir.
Di tempat terpisah, Yanto salah satu pengguna jalan merupakan pengendara mobil angkutan yang sering melintasi jalan tersebut mengatakan bahwa sudah bertahun-tahun jalan itu rusak parah sama halnya seperti jalan Bernah – Kalicinta.
“Kami pengguna jalan sangat berharga pada pemerintah untuk membenahi jalan ini, memang 3 tahun yang lalu ada perbaikan, tetapi hanya bertahan beberapa minggu saja,” Pungkasnya (AW).
