
LAMPUNG TIMUR – Tak terpaku dengan hanya mengandalkan penghasilan rutin bulanan dari gajinya menjadi Tenaga Kependidikan di SDN 3 Rukti Sedyo Kecamatan Taman Utara, Masiran juga punya penghasilan dari rutinitas usaha sampingannya memelihara ikan air tawar jenis gurame.

Sisa pekarangan rumahnya di Desa Taman Asri Kecamatan Purbolinggo dijadikannya kolam untuk tempat memelihara ribuan ikan gurame, dengan ukuran cukup luas.
Ia dijumpai sedang mengganti air kolam, karena ikan gurame peliharaannya stres sebab telah 2 hari berlalu ikannya banyak yang tak ada nafsu makan.
“Lagi ganti air, ikannya lagi stres sebab sudah 2 hari dikasih pakan tapi nggak mau dimakan,” kata Masiran pada Sabtu, 4 Juli 2020 jam 09.30 WIB disela-sela kesibukannya mengganti air kolam.
Bobot ikannya dalam seekor mencapai 1 kilogram, 3 kilogram bahkan mencapai 6 kilogram perekor. Usianya 13 sampai 24 bulan, sehingga menghabiskan biaya untuk pemeliharaan cukup besar.
“Ini beratnya 3 ekor sekilo, seekor 1 kilo, seekor 3 kilo bahkan ada yang 6 kilo satu ekor, umurnya 2 tahun dan ada yang 13 bulan,” kata Irok panggilan sehari-harinya.
Ikan tidak dijual di pasar bebas seperti pada umumnya, ia menerima permintaan masyarakat yang akan mengadakan resepsi, pesanan sebanyak 15 – 20 kilogram.
“Kalau harga di pasar kurang stabil, paling mahal 32 ribu perkilo, terkadang dibawah itu, tapi kalau ada yang mau pesta kita jual harga lumayan tinggi, bisa mencapai 50 ribu sekilo, pesanannya paling banyak 15 sampai 20 kilo,” tutur ayah yang punya 4 orang anak lelaki itu.
Untuk selingannya, Iran memberi pakan berupa daun talas, pepaya dan kangkung sebagai pengganti pakan pabrikan.
“Untuk selingan dikasih daun talas, daun kates, bisa juga kangkung, kalau daun singkong nggak bisa sebab banyak zat besi, bisa merusak ikan,” ujarnya.
Kedalaman air kolamnya sedalam 80 sampai 120 centimeter dan tidak menggunakan alat kincir air.
“Kedalaman airnya 80 sampai 120 centi, nggak perlu kincir air karena ikan gurame nggak perlu oksigen banyak seperti ikan lainnya,” pungkas Kepala SDN 3 Rukti Sedyo yang tak lama lagi pensiun.
Masiran juga punya perkumpulan yang secara kebetulan dirinya mempunya hobi bersepeda motor dan telah tergabung dalam club Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Lampung Timur.
(Ropian Kunang)
