Polisi Tangkap Terduga Pelaku “Cabul” Anak Kandung di Lamteng

Foto net ilustrasi

metrodeadline.com, LAMPUNG TENGAH – Pepatah menyebut,  sebuas-buasnya harimau tidak mungkin memangsa anaknya. Namun,  tidak berlaku bagi TA (34) ayah yang tega menggauli anak kadungnya sendiri.

Kedoknya terbongkar,  setelah sang Anak memberanikan diri melaporkan aksi bejat orangtuanya ke kepala Dusun, dan ditindak lanjuti ke Polsek setempat.

Kapolsek Seputih Banyak, Iptu,  Eko Heri Susanto, SH,.MH mengatakan bahwa,  penangkapan pelaku berdasarkan laporan kepala dusun ke Kapolsek dengan nomor : LP/241-B/IV/2020/Res.L.T/Sek.Seba, Tanggal 3 Juni 2020 dan membawa barang bukti pakaian korban sewaktu kejadian.

“Dari pengakuan tersangka, perbuatan itu terjadi sebanyak 4 (empat)  kali dalam kurun waktu dua bulan. Pelaku berhasil kita amankan dikediamanya di Desa Sido Binangun Way Seputih Lampung Tengah, sekitar pukul 23.30 WIB, Rabu (3/6/2020) malam, seperti dilansir dari situs tabikpun.com.

Lebih lanjut, Kapolsek menjelaskan  tersangka dan korban tinggal satu atap, bersama kedua adiknya  setelah sang ibu meninggal dunia setelah melahirkan.

“Kali pertama aksi pencabulan dilakukan pada Mei 2020, saat korban tidur di kamar. Tiba-tiba tersangka masuk dan memeluk korban, pencabulan pun terjadi. Perbuatannya pun terjadi hingga empat kali dalam waktu berbeda,”jelasnya.

Tersangka pun selalu memarahi korban,  agar mau memenuhi nafsunya. Dimana perbuatan tersebut selalu dilakukan tersangka usai meminum minuman keras. 

“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya, tersangka di jebloskan ke sel tahanan.  Tersangka di jerat pasal 81 ayat 1, 2 Jo 76D dan pasal 82 Jo pasal 76E UU Nomor: 17 tahun 2016  tentang penetapan pengganti UU Nomor :1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman minimal 3 maksimal 15 tahun penjara,”pungkasnya. 

Sementara,  terpisah Ketua LPA Kabupaten Lampung Tengah,  Eko meminta agar JPU ( Jaksa Penuntut Umum) agar menuntut hukuman maksimal 20 tahun penjara dan ditambah dikebiri. 

“Kasus pencabulan anak di bawah umur di Lamteng sudah darurat. Maka butuh perhatian bersama untuk mencegahkan,  dengan sosialisasi ke bawah,”tandasnya. (net)

You might also like

error: Content is protected !!