Masa dari AWPI Tolak Berdialog dengan Sekda, Harus Bupati Lampung Tengah

Lampung Tengah

Lampung Tengah – Unjuk rasa yang di lakukan masa AWPI ke kantor bupati Lampung Tengah dan berlanjut di kantor DPRD Lampung tengah pada senin, 9/3/2020 dengan bertajuk orasi damai.

Dalam orasi tersebut para masa membawa bener dan karton yang bertuliskan ( Foging DBD Tidak Maksimal Setelah adanya korban baru di lakukan fohing), (Kadis Dinkes dahulukan DBD baru corona), Dan yang mencengangkan masa memabawa bener dan karton bertuliskan ( ULP Jangan Ada Pengantin).

Masa dalam orasinya berharap Bupati lampung tengah menemui masa aksi, untuk menangapi prihal permasalahan yang di sampaikan,

Masa menuntut 4 prihal, penanganan DBD, audit peningkatan jalan ruas jalan gedung sari (Rigid) Kecamatan anak ratu aji dengan nilai Rp. 1,688.544.882.02, peningkatan jalan ruas jalan sri basuki- sp. Kerangkeng kecamatan seputih banyak Rp. 14.274.878.135.14, rehabilitasi/pemeliharaan jaringan irigasi daerah irigasi kampung D.I way lunguh UPTD kalirejo Rp. 1.303.600.105,99 tahun anggran 2019.

Masa mengatakan pada saat orasinya, Dinas kesehatan gagal dalam menangani kasus demam berdarah (DBD) yang saat ini tercatat sudah ada 491 pasien terkena DBD dan 6 orang meninggal di lampung tengah, dan pengelolaan DAK dan APBD di dinas kesehatan telah dikondisikan.

Zulkifli sekda lampung tengah menaiki podium orasi untuk menanggapi dan menerima para masa, diri nya mengatakan para aksi masih peduli dengan lampung tengah.

” Dengan kehadiran adik-adik ini brarti kita semua sama karena ingin membangun lampung tengah yang lebih baik,Saya. Ucapkan terima kasih pada adik – adik sekalian yang telah menyalurkan aspirasinya pada kesempatan ini.”

Zulkifli berharap bahwa kedepan tidak ada lagi unjuk rasa sebelum melakukan berdialog
“Somoga kedepan tidak ada lagi aksi, sebelum kita berdialog, namun kecuali jika kami tidak menerima adik- adik semua untuk berdialog”

Dirinyapun mengajak para aksi demo untuk berdialog dan para aksi menunjuk perwakilan dari masa aksi tersebut untuk berdialog bersama.

Namun para masa aksi tersebut menolak untuk berdialog, mereka berharap para masa dapat berdialog dan di terima langsung oleh Bupati lampung tengah.

Masa berharap kepada Dprd lampung tengah dan kejaksaan negeri lampung tengah agar dapat Meng Audit semua anggran pekerjaan Dinas kesehatan, dinas bina marga dan dinas pengairan tahun 2019

Sebelum para masa meneruskan aksinya ke gedung DPRD lampung tengah, masa melakukan pembakaran Keranda yang di buat melalui bambu dan karton, dimana tujuan pembakaran tersebut adalah simbol sebagai gagal nya dan matinya demokrasi di lampung tengah. (Rizki)

You might also like

error: Content is protected !!