Siti Honimah Penyandang Cacat Butuh Perhatian Uluran Tangan

Laporan : Ropian Kunang


LAMPUNG TIMUR – Siti Honimah (55) binti Nguzer almarhum warga RT/RW. 006/011 Dusun Bumi Asih Desa Bumi Harjo Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur seorang penyandang cacat di Bumei Tuwah Bepadan.

Ia mengalami cacat pada kedua kakinya sejak dilahirkan, kini tak lagi bisa bekerja dan tidak pernah mendapat bantuan langsung baik uang maupun barang dari Pemerintah dan Pemerintah Daerah.

Siti Honimah merupakan anak ketiga dari tujuh bersaudara buah pernikahan antara almarhum Nguzer dan almarhumah Rohani.

Sejak beras rakyat miskin (Raskin) di ganti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Siti tak pernah lagi mendapat bantuan kembali.

“Dulu dapat raskin, sejak diganti telor sama beras nggak pernah dapet, betul saya bukan manula, tapi nyatanya saya udah nggak bisa kerja”, keluh Siti Honimah pada Rabu, 15/1 pukul 19.00 WIB dirumahnya.

“Juga pernah dapat bantuan uang 300 ribu setiap tiga bulan sekali, empat kali setahun, sekarang ini udah nggak lagi”, sambungnya.

Ia sangat berkenan apabila Pemerintah melalui instansi terkait melakukan survei untuk mengetahui keadaan dan kondisi yang sebenarnya.

“Kalau memang mau di survei kebenaran saya malah seneng, biar Pemerintah tau keadaan dan kondisi saya sebenarnya layak ataukah tidak layak untuk mendapat bantuan”, jelasnya.

Meskipun dalam kondisi cacat ia pandai menjahit, berhubung kini matanya rabun kegiatan itu dihentikan.

“Dulu bisa menjahit, tapi sekarang nggak bisa lagi karena mata udah agak rabun, tapi kalau mata saya mau di operasi saya nggak mau karena takut”, terangnya.

Siti Honimah hanya mendapatkan biaya pengobatan gratis dari Pemerintah yaitu program Kartu Indonesia Sehat (KIS).

“Tapi kalau BPJS dari Desa saya dapet, saya punya kartunya dan ini kartunya”, tutur Siti sembari menunjukkan KIS.

Ketika disinggung, apakah dirinya sudah menikah, iapun berkata, siapa lelaki yang ingin menikah dengannya dengan kondisi fisik seperti itu.

“Saya belum nikah, siapa (lelaki) yang mau sama (kondisi fisik) saya (cacat) seperti ini”, ratapnya mengenang nasib dirinya.

Siti mengurus dua anak adiknya karena adiknya bekerja diluar negeri untuk biaya pendidikan kedua keponakannya itu.

“Saya disini sama adik, ngurusi dua keponakan karena ibunya itu adik saya lagi kerja diluar negeri cari uang untuk biaya kuliah dan sekolah dua anak-anaknya”, tutupnya.-

You might also like

error: Content is protected !!