Daerah

Sediakan 8 Alat Fogging, Pemkab Lamteng Dinilai Tidak Siap Menangani Wabah DBD Di Lamteng

852
×

Sediakan 8 Alat Fogging, Pemkab Lamteng Dinilai Tidak Siap Menangani Wabah DBD Di Lamteng

Sebarkan artikel ini


LAMPUNG TENGAH – Curah hujan yang tinggi di awal Tahun 2020 ini. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah (Lamteng), hanya menyediakan 10 alat fogging yang masih bisa difungsikan. Dimana salah satu, kampung yang ada di Lamteng yaitu Kampung Haji Pemanggilan, Kecamatan Anak Tuha, Lamteng, sudah 41 warganya terjangkit DBD.

Dari hasil fogging yang dilakukan di Kampung Haji Pemanggilan, Sabtu (4/1), hanya satu alat fogging yang diturunkan. Hal itu, mendapat kritikan dari Kepala Kampung (Kakam) Haji Pemanggilan Jahri Effendi yang warganya sudah terjangkit DBD.

“Katanya 10 alat fogging. Kok malah cuman satu aja yang diturunkan untuk melakukan fogging. Seharusnya, keadaan yang darurat seperti bisa diturunkan semua,” tegas Jahri Effendi saat diwawancari.

Jahri sapaan akrabnya, menilai bahwa Pemkab Lamteng tidak siap dalam menangani permasalahan DBD. “Saya rasa Pemkab Lamteng tidak siap menangani masalah DBD ini. Wilayah Lamteng ini luas loh, masak cuman ada 10 alat fogging dan ditempat saya cuman satu alat fogging yang diturunkan sisanya kemana coba,” keluhnya.

Sementata itu, Kadis Kesehatan Lamteng dr. Otniel Sriwidiatmoko mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan fogging di Kampung Haji Pemanggilan. “Hari ini (red), kami telah melakukan fogging di Kampung Haji Pemanggilan. Karena cukup banyak warganya yang terjangkit DBD,” ujar Otniel.

Otniel menjelaskan bahwa hanya ada 8 alat fogging yang telah disiapkan dibeberapa titik. “Kita hanya ada 8 alat fogging yang bisa difungsikan. Dimana sudah dilakukan pengecekan alat fogging lainnya dan memang beberapa ada yang tidak bisa difungsikan. Tapi, sudah dibelikan battrai oleh petugas kami,” jelas Otniel. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!