
LAMPUNG TIMUR – Lasmini (65) warga Desa Sukadana Ilir Kecamatan Sukadana menjalani kehidupan sebagai pedagang makanan keliling telah berpuluh-puluh tahun lamanya. Ia menjajakan makanan kepada tenaga kerja disetiap Kantor di Kompleks Perkantoran Pemerintah Daerah Kabupaten sejak Irfan Nuranda Jakfar menjabat Bupati Kabupaten Lampung Timur.
“Dari dibentuk pak Irfan sampai sekarang, dulu belum banyak kantor, jalan masih tanah merah belum ada keramik, kantor yang lama sampai lumutan”. Urai Mbah Lasmini yang dijumpai pada Jumat, 20/12 jam 9.30 WIB saat sedang duduk istirahat melepas lelahnya ditangga belakang Kantor Bupati Kabupaten Lampung Timur.
Modal belanja bahah untuk membuat kue dagangannya sebesar Rp. 200, 000. bila terjual habis dalam sehari diperoleh keuntungan Rp. 50, 000. Apabila tidak habis dagangannya diberikan kepada tetangga dan sanak saudaranya.
“Dagangnya dikit-dikit, Alhamdulillah, modal belanjanya 200 ribu kalau habis dagangannya dapet duit 250 ribu. Kadang-kadang nggak abis semua masih ada sisa disedekahin dikasih sama anak-anak tetangga dekat, saudara-saudara, paling untungnya 10, 20 ribu”. Terang ibu dari 2 anak ini.
Dahulu Mbah Lasmini pernah menerima bantuan barang berupa beras rakyat miskin (Raskin), akan tetapi kini tidak lagi diperolehnya begitupula bantuan lainnya.
“(Bantuan uang dan barang) ggak ada sama sekali, tadinya dapet beras (raskin) sekarang nggak, dikasih diterima, nggak dikasih ya diem aja. Ya apa adanya, bisa beli beras sekilo ya syukur, nggak bisa kebeli sekilo ya apa adanya”.
Ia tak sendiri, baik membuat kue dan menjajakan makanan, ia dibantu dan ditemani oleh Warsih keponakannya.
“Sekarang apa-apa mahal, dapet duit segini, kadang-kadang ngupah yang ngebantuin keponakan (Warsih) sendiri, dibagi, sama aja kami orang nggak punya (mampu)”.
Apabila ada dermawan yang bersedia mengulurkan tangannya Mbah Lasmini tak menolak, selain mencari rejeki yang diridhoi oleh Allah SWT.
“Kalau ada yang ngebantu, ada yang ngasih, nggak ada ya udah, apa adanya, kita cari rejeki dapat ridho dari Allah aja dari dulu sampai saat ini, jalan kaki berpuluh-puluh tahun dari alas (Hutan) sampai jadi kantor”.
Di usianya yang senja, Mbah Lasmini masih giat usaha meskipun ia menderita reumatik dibagian kakinya.
“Kaki ini rasanya sakit, pegel linu, maka sering duduk istirahat ngilangin rasa sakit”. Keluh Mbah Lasmini sembari meneruskan perjalanannya menjajakan makanan bersama Warsih keponakannya.
Mbah Lasmini kini hidup seorang diri setelah ditinggal sang suami meninggal dunia, sedangkan kedua anaknya telah berkeluarga namun berdomisili nun jauh di sana.-
