
LAMPUNG TIMUR – Samini warga Desa Adi Warno Kecamatan Batanghari hidup menjanda ditemani 2 anaknya. Ia juga penyandang cacat tunanetra mengalami kebutaan pada matanya hampir selama 20 tahun. Samini menjalani hidup dengan anaknya dirumah geribik yang kini sedang memerlukan bantuan uluran tangan donatur untuk kelancaran bedah rumahnya yang tak layak huni.

Samini ingin membangun sebuah rumah layak huni untuk kedua anak-anaknya.
Kini, keinginan Samini jadi kenyataan sebab rumahnya telah dibongkar total dan dibangun oleh masyarakat dengan menggunakan biaya sumber dana hasil swadaya masyarakat Desa setempat.
Dengan penuh rasa ikhlas, masyarakat setempat melakukan pekerjaan dengan cara bergotong-royong me membantu membedah rumah Samini.
Terdapat material yang diperoleh hasil bantuan yang berasal dari uluran tangan masing-masing donatur. Ada bantuan cemen, pasir, batu bahkan ada yang membantu kayu telah berbentuk kusen pitu dan jendela.
Masyarakat, dikomandoi Kepala Desa Adi Warno 46 Kecamatan Batanghari, Gunaryo bersama perangkat bermusyawarah untuk membangun rumah janda tunanetra itu. Akhirnya, perangkat Desa setempat sangat mendukung inisiatif yang berasal dari Kepala Desa Adi Warno yang ingin membedah rumah Samini dengan swadaya masyarakat dan donatur lainnya.
Alhamdulilah berkat bantuan masyarakat Desa setempat dan Desa tetangga yang rukun bersatu bergotong-royong
membedah rumah Samini dengan baik bantuan matrial maupun tenaga.
Saat ini rumah Samini sudah mulai dibangun dengan ukuran tipe 36 enam sebagai wujud hasik bantuan donatur dari berbagai kalangan masyarakat.
Selanjutnya, Pangat warga Desa setempat yang dipercaya menjadi Kepala tukang atas pembangunan rumah Samini dan begitu juga dengan masyarakat lainnya, mereka cukup iklas menyumbangkan tenaga dan pikiranya untuk bergotong-royong membedah rumah Samini dengan swadaya masyarakat.
Lebih lanjut, Sugeng adik kandung Samini sangat berterimakasih terutama terhadap Gunaryo Kepala Desa Adi Warno dan perangkat Desanya yang telah membantu membedah rumah kakaknya.
“Saya ucapkan terima kepada masyarakat khususnya ke pak Gunaryo Kepala Desa Adi Warno yang sudah membantu membangun rumah keluarga besar saya. Dulu, rumahnya geribik alhamdulilah sekarang ini sudah permanen”. Kata Sugeng.
“Rencananya, masih kata Sugeng, pak Gunaryo yang meletakan batu pertama pada saat pasang pondasi hari kamis (12/12/19). Hari ini, kami gotong-royong menyusun amparan batu calon pondasi”. Tutupnya. (sumber : rilis)
