
LAMPUNG TIMUR – Aji Bagus Asnawi warga Dusun Kuripan Desa Sukadana Kecamatan Sukadana Kabupaten Lampung Timur mewakafkan sebidang tanah pekarangan miliknya. Sebidang tanah itu diwakafkan untuk digunakan lokasi pembangunan sebuah musholla dilingkungan tempat domisilinya.
Perjuangannya sejak empat bulan lalu sangat prihatin, karena tidak ada sumber dana untuk pembangunan. Melainkan ada oknum yang diduga memanfaatkan situasi, seperti bantuan sumbangan dari pihak tertentu dan masyarakat umum tidak tersalurkan secara tepat sasaran.
Berhubung terdapat oknum yang hanya memanfaatkan situasi, maka Aji Bagus Asnawi berjuang sendiri menghalang dana bantuan dari berbagai pihak.
“Ya pelan-pelan namanya sendiri, itu tanah saya tapi diwakafin dan suratnya sudah diserahin ke pamong”. Tutur Aji Bagus Asnawi Senin, 18 November 2019 pukul 16.30 WIB yang dijumpai ketika berteduh saat turun hujan di Jalan Lintas Pantai Timur Desa Muara Jaya Kecamatan Sukadana.
Telah berlangsung selama empat bulan bangunan mushola belum kunjung selesai sebab bantuan dari donatur tidak tepat sasaran.
“Ya ini sudah sekitar empat bulan ini, itu ada orang ngomong sampai ke telinga saya, katanya dari PT Sawit membantu tapi sama sekali nggak sampai ke saya. Diaorang cari duit sendiri-sendiri tapi mengatasnamakan mushola saya”. Imbuhnya.
“Bahkan ada yang narikin dana kerumah-rumah nggak nyampe ke saya maka saya bingung juga, ditanya saya dana apa, emang nggak nyampe mas katanya, ada yang narikin dana kerumah-rumah, saya nggak nerima sama sekali”.
“Siapa yang narikin, coba suruh kesini orangnya, masyaallah, ditanya orang yang narikin dia bilang nggak-nggak mas, padahal orang yang ditarikin ngomong. Itu tu mushola lo kalau mati nggak keterima bumi nanti, jangan main-main untuk mushola”.
Ingin menggalang dana di jalan raya Kuripan kendaraan yang berlalu lalang terhitung sepi, akan minta bantuan dana ke Pemerintah dan Pemerintah Daerah ia tidak pandai membuat proposal.
“Pengen minta dana dijalan raya tapi kendaraan yang lewat sepi, mau minta bantuan ke Pemerintah atau Pemerintah Daerah biar bangunan mushola cepat selesai saya nggak bisa bikin proposal”.
