
Lampung Tengah – Sungguh sangat di sayangkan pelayanan faskes (fasilitas kesehatan) tingkat pertama Puskesmas Gunungsugih diduga arogan terhadap pasien.
Menurut keluarga pasien Rifki di kantor awak media ini menyampaikan hendak memberikan informasi terkait persoalan yang di alami oleh keluarga nya saat berobat di faskes tingkat pertama dipuskesmas gunung sugih pada tanggal 6 November 2019.
Ia menerangkan bahwa, dirinya mengantar orang tuanya hendak berobat karena sakit gigi. Namun dirinya beserta orang tua nya mendapat perilaku yang tidak baik dari oknum staf pelayanan puskesmas gunung sugih.
“Saya hendak berobat dan melakukan pendaftaran di pelayanan puskesmas gunung sugih. Namun saya dan ibu saya mendapatkan prilaku yang tidak baik oleh staf pelayanan puskesmas gunung sugih, staf tersebut dengan nada tinggi dan mengebrak-gebrak meja sambil berkata “dibilangin ngotot sih”,”terang rifki anak pasien.
Lebih lanjut, kata Rifki awalnya bertanya apakah BPJS ibu nya tidak bisa berlaku di puskesmas gunung sugih, sebab memang benar faskes pertama nya di dokter Halim dan bukan puskesmas gunung sugih.
“Dan saya bertanya BPJS kan berlaku untuk seluruh Indonesia, namun staf tersebut marah sambil dengan nada tinggi dan ngebrak- meja dan lalu pergi begitu saja, wajarkan saya tanya sebab saya tidak paham dan awam soal itu,”ungkapnya.
“Ya saya sangat kecewa dengan pelayanan tersebut seharus nya tidak seperti itu, kan bisa menjelaskan dengan baik supaya kami mengerti, bukan nya arogan seperti itu,”jelasnya.
Rifki selaku anak dari pasien berharap semoga saja kejadian seperti ini tidak terulang dengan masyarakat lain cukup keluarga saja yang merasakan nya.
Sementara itu, menurut Leni kepala TU Puskesmas Gunungsugih menjelaskan bahwa kepala puskes sedang tidak ada di tempat.
“Saya telah dapat laporan dari staff terkait pada kejadian pada hari rabu 6/9/2019 di bagian pendaftaran terkait masalah ini, dan telah saya panggil buk desma di bagian pendaftaran.
Terusnya bahwa menurut desma pasein tersebut menggunakan bpjs namun faskesnya bukan di puskes gunung sugih melainkan di dokter halim, dan desma sudah menjelaskan bahwa bpjs nya tidak bisa di gunakan jadi harus pakai umum.
Namun anak dari sipasien tersebut seperti tidak terima padahal sudah di jelaskan dan seperti tidak mau mengerti,”kata Leni.
“Nanti saya kerumah pasien , sebab pasein tersebut juga masih tetangga saya, dan kalau bisa permasalahan ini cukup sampai sini saja, semua nya hanya salah komunikasi. Mengingat program gerebek jumat yang di lakukan puskes gunung sugih adalah ukm nomor 1 selampung tengah, oleh sebab itu harapan kami permasalahan tersebut jangan di perpanjang,”tandas Leni kepala TU Puskesmas gunung sugih.
Namum sampai saat ini pihak puskes belum juga datang kerumah pasien seperti apa yang di katakan dan janjikan leni kepala TU puskes tersebut.
Sekedar mengingatkan bahwa Moto Puskesmas gunung sugih Salam SIKEP (sehat ikhlas kompak emphaty dan profesional), dan biarkan masyarakat menilai sendiri.
Penulis/foto : Suhendra
