HukumLampung

Peserta Tes Protes Karena Gugur, SATPOL-PP : Kamu Pakai Duit Apa Nggak ?

1001
×

Peserta Tes Protes Karena Gugur, SATPOL-PP : Kamu Pakai Duit Apa Nggak ?

Sebarkan artikel ini
Keterangan : Agus Sopri orangtua DJP anggota LMP Lampung Timur ketika menghadap Raden Gunawan Kabid SDM SATPOL-PP Lampung Timur Selasa, 12 November 2019 diruang kerjanya. (Dok.: Ropian Kunang)

LAMPUNG TIMUR – Calon anggota Satuan Polisi Pamong Praja (SATPOL-PP) Kabupaten Lampung Timur berinisial DJP bin Agus Sopri warga Desa Pasar Sukadana Kecamatan Sukadana Kabupaten Lampung Timur gugur setelah mendengar pengumuman pendidikan jasmani Senin, 11 November 2019 yang disinyalir diumumkan secara lisan oleh panitia seleksi tidak tertulis terpampang terpasang pada papan pengumuman.

Ia menjalani penjas Jumat, 9 November 2019 di stadion Metro, sekitar 15 orang calon anggota SATPOL-PP keliling lapangan 5 putaran. Padahal DJP (nomor 026X) mampu lima putaran digugurkan, sementara yang hanya tiga putaran ternyata diluluskan. Penyebab tidak lulusnya DJP diduga oleh karena tidak pakai uang, sedangkan yang lulus disinyalir pakai uang.

“Masalahnya, ada anak yang ikut tes jas (jasmani) dilapangan stadion Metro nggak nyampe tiga putaran, anak saya mampu lima putaran, yang tidak mampu itu malah lulus karena pakai duit, (DJP) yang nggak pakai duit nggak lulus”. Ungkap Agus Sopri orangtua DJP Senin, 11 November 2019 pukul 15.41 WIB melalui telepon selulernya dan juga dihadapan Kabid SDM SATPOL-PP Lampung Timur, Raden Gunawan Selasa, 12 November 2019 jam 9.30 WIB dan para wartawan.

DJP protes karena dirinya tidak lulus saat pengumuman penjas di Kantor SATPOL-PP Lamtim Senin, 11 November 2019 sekitar pukul 13.30 WIB. Saat DJP protes, diduga terdapat seorang oknum SATPOL-PP Lamtim bertanya apakah DJP pakai uang atau tidak untuk menjadi anggota SATPOL-PP Lamtim.

“Nah tadi dia (DJP) protes, dia ini kemarin yang nggak capai target lima putaran cuma tiga putaran lulus, saya nggak, jawab POLPP itu, kamu pakai duit apa nggak”. Urai Agus menirukan DJP anaknya.

Sebagai masyarakat Kabupaten Lampung Timur Agus merasa sangat kecewa sebab Bupati Kabupaten Lampung Timur mengatakan kepadanya apabila rekrutmen SATPOL-PP tidak dipungut biaya tapi pada prakteknya diduga terjadi pungutan Rp. 40-Rp.50 juta.

“Masyarakat Lampung Timur kecewa, sedangkan Bupati sudah bicara, tidak dipungut biaya, tapi kenyataan dibawah dipungut biaya, 50, 40, paling kecil 40, itu aja 40 dipulangin karena kena tindih berarti kena timpa”.

Harapannya, oknum SATPOL-PP Lamtim yang diduga melakukan pungutan diberantas dan dilaporkan oleh Kepala SATPOL-PP Kabupaten Lampung Timur apalagi yang sampai gerilya hingga pasang tarif Rp.50 juta.

“Harapan saya, harus diberantas itu yang ngambil duit, oknum-oknum POL-PP yang keliling sampai Gedung Wani sana, udah masang tarif 50 jadi. Ada oknumnya, saya minta pada pimpinan POL-PP ketegasan kalau sampai betul itu ada tolong ditindak laporkan”. Harap Agus Sopri.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Lampung Timur, Ahmad Badrulah tidak pernah memerintah anggotanya meminta uang, jika ada oknum yang diduga meminta uang itu, ia tidak mengetahui siapa yang berbuat.

“Saya selaku Kasat Pol PP tidak pernah memerintahkan satupun anak buah saya atau siapapun untuk meminta uang untuk dalam hal rekruitmen ini. Seandainya ada, saya tidak paham siapa yang bermain untuk urusan ini, karna sesuai perintah Bupati tidak boleh meminta uang untuk meluluskan peserta”. Kata Ahmad Badrulah alias Bob Kasat Pol PP Lampung Timur Selasa, 12 November 2019 pukul 16.36 WIB melalui aplikasi WhatsApp.

Rangkain tes, pihak SATPOL-PP hanya melakukan pemberkasan dan tes lainnya ditangani pihak Kodim 0429 Lampung Timur.

“Rangkain tes ini Sat Pol PP hanya tes pemberkasan saja, sedangkan rangkaian tes selanjutnya melalui Kodim kami tidak berwenang untuk memutuskan siapa saja yang lulus karena Bupati sudah memerintahkan rangkaian tes ini melalui Kodim”.

“Masalah tes jasmani kemaren saya dengar ada yang protes dan sudah saya konfirmasi ke Kodim dan Kodim menjelaskan bahwa sudah menjalankan sesuai nilai peserta dan di lnilai dari total keselurahan tes jasmani”.-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!