
LAMPUNG TENGAH – Calon Kepala Kampung (Kakam) Mujiono Kampung Pujokerto, Kecamatan Trimurjo, Lampung Tengah (Lamteng), melalui tim pemenangan dan masa pendukungnya. Menduga ada kecurangan dari teknis pemilihan dilapangan. Hal itu, terlihat saat pemilihan berlangsung dua hari yang lalu.
Hari ini, Sabtu (9/11), tim pemenangan dan masa pendukungnya telah mengumpulkan bukti-bukti terkait adanya permainan Pilkakam di wilayahnya. Dimana ada pemilih yang tidak masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Kampung Pujokerto bisa memilih diwilayah itu.
Hariyanto salah satu tim pemenangan calon Kakam Pujokerto Mujiono, mengatakan bahwa dirinya melihat secara jelas, kalau ada 5 (lima) orang yang bukan warga Kampung Pujokerto ikut memilih. Namun, panitia Pilkakam malah mengizinkan untuk memilih.
“Saya dan warga melihat jelas kalau ada lima orang yang bukan warga kampung ini ikut memilih. Kami sebagai tim Pak Mujiono sempat menolak. Tapi, panitia tetap mengizinkan memilih dengan menunjukan KTP saja,” jelasnya.
Pihaknya menjelaskan memang KTP lima warga itu masih bertempat tinggal di kampung ini. Akan tetapi, mereka sudah pindah dan tidak tinggal disini lagi.
“Lima orang yang milih itu bukan warga sini. Memang KTP nya masih warga Kampung Pujokerto. Tapi kan, mereka tidak masuk dalam DPT yang telah disepakati oleh panitia Pilkakam dan tidak tinggal disini ,” tegasnya.
Sementara itu, Ersad masa pendukung Calon Kakam Mujiono, menambahkan lima warga yang tidak masuk dalam DPT itu masih ada ikatan saudara dengan calon Kakam yang menang ini dengan selisih keunggulan hanya empat suara saja.
“Lima orang itu, masih ada ikatan saudara mas dengan calon Kakam yang menang ini. Disini, kami telah menolak. Tapi, panitia terkesan memaksakan bisa memilih. Selisih, kemenangannya hanya empat suara saja,” katanya.
Masih dikatakan Ersad tentunya dengan kejadian ini Calon Kakam Mujiono yang mereka dukung merasa dirugikan dan dicurangi. Dengan pengumpulan bukti-bukti ini, tim pemenangan dan masa pendukung mencari keadilan dengan membuat laporan gugatan Pilkakam Pujokerto.
“Langkah apapun akan kami coba untuk keadilan dan kejujuran Pilkakam Kampung Pujokerto. Karena, kami yakin lima pemilih yang tidak masuk dalam DPT itu, melanggar kesepekatan jumlah DPT yang telah disepakati oleh panitia Pilkakam,” katanya
Ersad berharap Pilkakam di Kampung Pujokerto dapat diulang. Dimana DPT yang telah disepakati, itulah yang harus milih.
“Jangan ditambah-tambah. Kalau sudah disepakati jumlah DPT nya segitu. Ya, segitu aja. Gak boleh ditambah,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pilkakam Pujokerto Dwi Hariyati belum bisa dikonfirmasi. Media ini mencoba mendatangi rumahnya. Namun, tidak berada ditempat.
Adanya problem Pilkakam di Kampung Pujokerto, sangat disayangkan Kadis PMK Lamteng Firdaus tidak bisa memberikan jawaban. Media ini sudah beberapa kali mencoba menghubunginya melalui pesan via WhatsApp namun tidak dibaca dan dibalas.
Selanjutnya, dicoba telepon via WhatsApp juga tidak dijawab. (red)
