Daerah

Rifai Kepala ULP : Masih Ada Waktu Untuk Tender dan Penunjukan Langsung Pengadaan Beras Janda Miskin

1124
×

Rifai Kepala ULP : Masih Ada Waktu Untuk Tender dan Penunjukan Langsung Pengadaan Beras Janda Miskin

Sebarkan artikel ini


Lampung TengahPada berita sebelum yang berjudul di duga janda miskin di kabupaten Lamteng gagal dapat bantuan beras. Rifai selaku kepala ULP menjelaskan bahwa masih ada waktu untuk tender ulang dan penunjukan langsung waktu terkait pengadaan beras janda di Lampung Tengah.

“Tender itu di lakukan karena program beras tersebut adalah bersumber dana dari APBD. Kami selaku dari ULP hanya melelangkan saja, untuk pengajuan nya bahwa dari dinas sosial langsung,”jelasnya. 

Lebih lanjut,  kata Rifai dalam aturan memang benar ada nya penunjukan langsung setelah dua kali tender gagal, dengan 2 cara pengumuman secara elektronik dan non elektronik, tetapi jika memang nanti nya ada penunjukan langsung jelas akan kami umumkan secara elektronik.

“Memang kami sudah dengar secara lisan saja bahwa tender beras gagal dan tidak di lanjutkan namun hanya secara lisan saja, untuk secara resmi seperti surat dari dinas kami belum dapat.  Jika untuk waktu sebener nya masih cukup untuk tender lagi namun kan sudah dua kali di tenderkan berarti bisa penunjukan langsung,”jelas Rifai di ruanganya, (24/10/2019 lalu. 

Rifai pun mengatakan penunjukan langsung yang nemiliki wewenang adalah dinas sosial tetapi bukan pihak nya yang menunjuk langsung, yang bisa adalah dinas dimana pihak dinas sosial selaku pemiliki kegiatan tersebut.

Sepertinya memang sudah ada pengantinnya dan seperti nya pengantinnya sedang dalam problem atau permasalahan.

Jamal selaku kabid pakirmiskin dinsos di konfirmasi melalui via fon mengatakan dirinya sedang mengalami musibah dimana anak nya sedang mengalami kecelakaan.

“Saya tidak mengerti aturan pelelangan, namun akan kami tanyakan kepihak ulp terkait aturan pelalangan,”tuturnya. 

Jamal mengatakan karena waktu program tersebut tidak bisa dii laksanakan namun Dirinya akan kordinasi dengan kadis sosial terkait penunjukan langsung.

“Akan saya kordinasikan dengan kadis mas terkait penunjukan langsung tersebut, sampai saat ini kadis belum ada di tempat jadi belum saya sampaikan kepada kadis,”tuturnya. 

Saat di tanyakan apakah tidak ada dampak bagi bupati jika program tersebut gagal di selenggarakan untuk para janda miskin

“Iya mas karena waktu kami tidak melaksanankan dan kan ada program pendukung seperti kube, PKH dan BPNT, sepertinya tidak ada masalah dengan citra pak bupati.

Saat di tanyai terkait pengantin kerjaan pengadaan beras tersebut sedang dalam trabel atau masalah , jamal hanya mengatakan “mungkin” dan saat di tanyai kenapa program beras janda tersebut di lelangkan dan bukan kah programnya per tiga bulan sekali jamal tak menjawab.

Jika program pengadaan beras janda miskin untuk lampung tengah gagal sudah barang pasti para janda miskin akan mempertanyakan kinerja pihak dinsos, dan kenapa bantuan beras janda tersebut di tenderkan dan tidak di kucurkan sesuai aturan per 3 bulan sekali saja, hal ini sudah pasti menjadi pertanyaan publik sebab seperti ada kejanggalan yang di lalukan pihak dinas sosial dan seakan akan sepertinya mengulur waktu untuk benar-benar membatalkan program bantuan tersebut.

Sampai berita ini di terbitkan kadis dinas sosial belum bisa di temui di kantornya.(*)

Penulis/Foto : Suhendra & Rizki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!