
metrodeadline.com – Perkembangan sektor pariwisata terus meningkat beberapa tahun terakhir di Bumi Sai Wawai. Seiring dengan visi misi kota metro sebagai kota pendidikan, wisata keluarga berbasis ekonomi kerakyatan berlandasan pembangunan partisipatif.
Bukan hanya keindahan alam yang dipertontonkan, tapi juga kreativitas masyarakat dalam menciptakan atraksi wisata buatan.
Salah satunya bisa kita jumpai di Taman Wisata Kincir Angin, di Jalan Patimura, Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Metro Selatan Kota Metro, Provinsi Lampung.
Sebidang lahan di tengah area persawahan seluas 100×50 meter persegi “disulap” menjadi kebun yang dipenuhi puluhan ribu kincir angin beraneka warna, seperti merah, kuning, hijau, biru, merah jambu, dan oranye.
Deretan kincir angin yang disusun sedemikian rupa menghasilkan pemandangan yang indah.
“Total kitirannya kurang lebih 10 ribuan plus 1 kitiran raksasa,” kata Asmaun Ketua RW 02 Kelurahan Rejomulyo sekaligus sebagai penggiat ekonomi kreatif Taman Kincir Angin, Minggu 27 Oktober 2019.
Lebih lanjut, kata Asmaun untuk tarif masuk pengunjung dibandrol Rp. 10 ribu perorang pada hari Sabtu-Minggu.
Pengunjung bisa memilih spot-spot untuk soft berfoto selfi maupun foto bersama keluarga beramai-ramai.
“Yuk tunggu apa lagi, ajak pacar, sahabat, dan keluarga untuk berkunjung ke Taman Wisata Kincir Angin di areal persawahan di Rejomulyo, Metro Selatan,”ujarnya.
