Lampung

Tanyakan Kebenaran Anggaran Pembangunan Pasar Kampung Rukhti Harjo, Pedagang Kaget Nilai Proyek Capai Rp 2,5 Miliyar

863
×

Tanyakan Kebenaran Anggaran Pembangunan Pasar Kampung Rukhti Harjo, Pedagang Kaget Nilai Proyek Capai Rp 2,5 Miliyar

Sebarkan artikel ini


LAMPUNG TENGAH – Akhirnya pedagang Pasar Kampung Rukhti Harjo, Kecamatan Seputihraman, Lampung Tengah (Lamteng), mengetahui kebenaran anggaran yang telah digelontorkan oleh Pemerintah Pusat. Dimana keterangan dari salah satu pegawai Dinas Perdagangan yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa pembangunan ini mencapai Rp 2,5 miliyar.

Akan tetapi, Dinas Perdagangan selaku perpanjangan tangan dari Pemerintah Pusat melakukan lelang terhadap proyek tersebut. Hal hasil, pemenang tender dimenangkan oleh rekanan dengan penawaran terendah yaitu Rp 1,2 miliyar.

“Proyek ini dimenangkan dengan penawaran terendah dari rekanan Rp 1,2 miliyar. Sisa dari anggaran itu akan kita kembalikan ke Pemerintah Pusat lagi,” jelas pegawai Dinas Perdagangan yang mengaku utusan Kadis Perdagangan Lamteng melalui pesan telepon dengan pedagang pasar Kampung Rukhti Harjo, Rabu (16/10).

Dia menjelaskan bahwa lokasi dan gambar itu diusulkan oleh Kepala Kampung (Kakam) Rukhti Harjo Gunawan. “Kami dalam perencanaannya hanya menterima usulan dari Kakam setempat untuk lokasinya. Kami sebelum menyetujui, kami pastikan Kakam itu siap tanggungjawab. Dan Pak Gunawan menyanggupinya,” jelasnya.

Kembali dijelaskannya, bahwa Dinas Perdagangan ingin menyelesaikan permasalahan pembangunan ini yang dianggap pedagang merugikan mereka.

“Sebelumnya kami sudah turun dan memberikan penjelasan bahwa pembangunan ini harus tetap diselesaikan. Nantinya, apabila sudah serah terima pasar yang dibangun sepenuhnya ada ditangan aparatur setempat. Kami akan turun untuk menyelesaikan perdebatan yang terjadi,” jelasnya.

Sementara itu, Pedagang Pasar Kampung Rukhti Harjo Ketut Pande Sampurna mengatakan pihaknya semakin menaruh kecurigaan dengan mendengar anggaran yang sebenernya turun dari Pemerintah Pusat sebesar Rp 2,5 miliyar. Namun, realisasi yang disetujui adalah Rp 1,2 miliyar. Tentunya, sangat jauh sekali penawaran ini.

“Saya semakin mencurigai adanya permainan dalam proyek ini. Masak anggaran dari Rp 2,5 miliyar bisa ditawar sampai Rp 1,2 miliyar. Apakah akan maksimal dan sisa anggarannya akankah dikembalikan atau bagaimana,” tegas Pande sapaan akrabnya.

Kembali ditegaskannya, bahwa pembangunan yang menjadi program pemerintah pusat mereka persilahkan untuk dibangun. Tapi, jangan sampai ada mark up anggaran dalam proyek Pasar ini.

“Kami akan terus memantau setiap harinya. Kami akan terus mencari informasi dan kami berpesan jangan lain-lain ya dalam proyek ini. Kami ngerti kok masalah proyek pasar, karena kami pendiri pasar ini,” tutur Pande.

Lebih lanjut, Pande sudah mengirim surat kepada pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamteng. Dengan harapan, apabila selesai pembangunan pasar Kampung Rukhti Harjo segera diaudit.

Terpisah, Kakam Rukhti Harjo Gunawan berusaha dihubungi melalui via telepon tidak menjawab. Nantinya, media ini akan berusah meminta tanggapan Kakam untuk kejelasan proyek Pasar Kampung Rukhti Harjo. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!