Agus Riawan Berjanji Segera Selesaikan Angsuran Terhadap PT. MMF Tbk Way Jepara

Laporan : Ropian Kunang

 


LAMPUNG TIMUR – Agus Riawan bin M. Rodial warga Desa Raja Basa Lama Satu Kecamatan Labuhan Ratu berdalih kepada Anang Kepala Cabang PT. Mandala Multi Finance Tbk Way Jepara apabila dirinya telah membicarakan dengan Rianto dan Jumiyati orangtua Lukman pemilik BPKB akan melunasi angsuran. Akan tetapi menurut kedua orangtua Lukman pembicaraan itu bukan merupakan hal yang disengaja secara kebetulan bertemu diperjalanan sekitar sebulan lalu.

“pak, Agus masih kerja, belum lama ini aku udah bicarakan sama orangtuanya Lukman. Nunggu kayu, ku muat langsung aku bereskan bukannya Agus remehkan, tapi secepatnya Agus bereskan”. Kata Agus Riawan bin M. Rodial menunjukkan chatingannya yang dikirimkan Jumat, 11 Oktober 2019 kemarin kepada Anang Kepala Cabang PT. Mandala Multi Finance Tbk Way Jepara.

Kemudian, menyikapi hal itu Anang Kacab PT. MMF Tbk Way Jepara memberikan waktu jatuh tempo kepada Agus Riawan bin M. Rodial selama seminggu.

“Saya kasih waktu dalam 1 minggu ini paling lama”. Kata Kacab PT. MMF Way Jepara.

Agus Riawan bin M. Rodial sedang dalam perjalanan pulang dari Palembang Propinsi Sumatra Selatan, ia berjanji kepada Indra Kepala Desa Rabala Satu akan melunasi angsurannya di PT. MMF Tbk Way Jepara bulan Oktober 2019 ini.

“Iya, yang bersangkutan arah pulang dari Palembang, janjinya dibulan-bulan ini selesai, mudah-mudahan bisa segera selesai”. Kata Kepala Desa Raja Basa Lama Satu Kecamatan Labuhan Ratu, Indra Sabtu, 12 Oktober 2019 jam 08.47 WIB.

Kewajiban Agus Riawan bin M. Rodial untuk melunasi angsuran di PT. Mandala Multi Finance Tbk pada bulan Maret 2019 lalu akan tetapi hingga kini belum kunjung dibayar. Sesuai surat pernyataan tertanggal, 28 Mei 2019, Agus Riawan berjanji akan melunasi angsuran di PT. Mandala Multi Finance Tbk Way Jepara pada, 12 Juni 2019.

Akhirat!
Sangat bahaya dan rugi dunia-akhirat, jika sengaja menunda membayar hutang padahal mampu, seperti dikutip dari www.muslim.or.id. Berikut beberapa hal tersebut:

1) Jika meninggal dan membawa hutang, ia akan terhalang masuk surga meskipun mati syahid
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ رَجُلاً قُتِلَ فِى سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ أُحْيِىَ ثُمَّ قُتِلَ مَرَّتَيْنِ وَعَلَيْهِ دَيْنٌ مَا دَخَلَ الْجَنَّةَ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ دَيْنُهُ

“Demi yang jiwaku ada ditanganNya, seandainya seorang laki-laki terbunuh di jalan Allah, kemudian dihidupkan lagi, lalu dia terbunuh lagi dua kali, dan dia masih punya hutang, maka dia tidak akan masuk surga sampai hutangnya itu dilunasi.”[2]

2) Keadaannya atau nasibnya menggantung/ tidak jelas atau tidak pasti apakah akan selamat atau binasa
Tentu kita sangat tidak senang dengan ketidakpastian, apalagi urusannya adalah di akhirat nanti yaitu antara surga atau neraka. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

نَفْسُ الْمُؤْمِنِ مُعَلَّقَةٌ بِدَيْنِهِ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ

“Jiwa seorang mukmin tergantung karena hutangnya, sampai hutang itu dilunaskannya.”[3]

Syaikh Abul ‘Ala Al-Mubarfkafuri rahimahullah menjelaskan hadits ini,

قال السيوطي أي محبوسة عن مقامها الكريم وقال العراقي أي أمرها موقوف لا حكم لها بنجاة ولا هلاك حتى ينظر هل يقضى ما عليها من الدين أم لا انتهى

“Berkata As Suyuthi, yaitu orang tersebut tertahan untuk mencapai tempatnya yang mulia. Sementara Imam Al ‘Iraqi mengatakan urusan orang tersebut terhenti (tidak diapa-apakan), sehingga tidak bisa dihukumi sebagai orang yang selamat atau binasa, sampai ada kejelasan nasib hutangnya itu sudah dibayar atau belum.”[4]

Simak selengkapnya disini. Klik https://muslim.or.id/29942-bahaya-tidak-segera-membayar-hutang-padahal-mampu.html.

You might also like

error: Content is protected !!