Agus Riawan Belum Melunasi Hutang Sangat Berbahaya Dunia Akhirat

Laporan : Ropian Kunang


LAMPUNG TIMUR – Agus Riawan warga Desa Raja Basa Lama 1 Kecamatan Labuhan Ratu Kabupaten Lampung Timur diduga tergolong manusia yang munafik. Ia tidak tepati janjinya melunasi angsuran di PT. Mandala Multi Finance Way Jepara Kabupaten Lampung Timur.

Kepala Cabang PT. Mandala Multi Finance Tbk Way Jepara Kabupaten Lampung Timur, Anang menyampaikan bahwa sampai saat ini Agus Riawan belum melunasi pembayaran dan hanya selalu berjanji akan tetapi tidak ditepati.

“Mohon bantuannya, hubungi atau telpon Agus, sampai saat ini pembayarannya masih belum masuk. Dia cuma janji-janji terus tapi belum selesai sampai saat ini”.
Kata Anang Jumat, 12 Oktober 2019 jam 08.19 WIB melalui aplikasi WhatssApp.

Sebelumnya, ketika Agus dikonfirmasi, apakah telah diselesaikan kewajibannya melunasi angsuran dengan Anang Kepala Cabang PT. Mandala Multi Finance Tbk Way Jepara, akan sampai kapan tanggungjawab itu sementara BPKB motor yang dijadika sebagai jaminan sampai sekarang belum diserahkan ke pemiliknya.

“Belum gajian saya, senin saya trasper pak Anangnya, Agus beresin”. Kelit Agus Riawan Rabu, 28 Agustus 2019 pukul 17.16 WIB.

Kewajiban Agus Riawan untuk melunasi angsuran di PT. Mandala Multi Finance Tbk pada bulan Maret 2019 lalu akan tetapi hingga kini belum kunjung dibayar.

Akhirat!
Sangat bahaya dan rugi dunia-akhirat, jika sengaja menunda membayar hutang padahal mampu, seperti dikutip dari www.muslim.or.id. Berikut beberapa hal tersebut:

1) Jika meninggal dan membawa hutang, ia akan terhalang masuk surga meskipun mati syahid
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ رَجُلاً قُتِلَ فِى سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ أُحْيِىَ ثُمَّ قُتِلَ مَرَّتَيْنِ وَعَلَيْهِ دَيْنٌ مَا دَخَلَ الْجَنَّةَ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ دَيْنُهُ

“Demi yang jiwaku ada ditanganNya, seandainya seorang laki-laki terbunuh di jalan Allah, kemudian dihidupkan lagi, lalu dia terbunuh lagi dua kali, dan dia masih punya hutang, maka dia tidak akan masuk surga sampai hutangnya itu dilunasi.”[2]

2) Keadaannya atau nasibnya menggantung/ tidak jelas atau tidak pasti apakah akan selamat atau binasa
Tentu kita sangat tidak senang dengan ketidakpastian, apalagi urusannya adalah di akhirat nanti yaitu antara surga atau neraka. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

نَفْسُ الْمُؤْمِنِ مُعَلَّقَةٌ بِدَيْنِهِ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ

“Jiwa seorang mukmin tergantung karena hutangnya, sampai hutang itu dilunaskannya.”[3]

Syaikh Abul ‘Ala Al-Mubarfkafuri rahimahullah menjelaskan hadits ini,

قال السيوطي أي محبوسة عن مقامها الكريم وقال العراقي أي أمرها موقوف لا حكم لها بنجاة ولا هلاك حتى ينظر هل يقضى ما عليها من الدين أم لا انتهى

“Berkata As Suyuthi, yaitu orang tersebut tertahan untuk mencapai tempatnya yang mulia. Sementara Imam Al ‘Iraqi mengatakan urusan orang tersebut terhenti (tidak diapa-apakan), sehingga tidak bisa dihukumi sebagai orang yang selamat atau binasa, sampai ada kejelasan nasib hutangnya itu sudah dibayar atau belum.”[4]

Simak selengkapnya disini. Klik https://muslim.or.id/29942-bahaya-tidak-segera-membayar-hutang-padahal-mampu.html.

You might also like

error: Content is protected !!