
LAMPUNG TENGAH – Kekhawatiran antem botol (lempar botol) dari Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto saat pengajian Musa-Ardito bersama Ustad Solmed tidak terjadi.
Hal itu disampaikan Bupati saat kunjungan kerja (kunker) ke Seputihraman, Lampung Tengah, Kamis (26/9) beberapa waktu lalu.
Namun, dari enam titik sampai dititik terakhir penyelenggaran pengajian Musa-Ardito di Kampung Rukhti Harjo, Kecamatan Seputihraman, berlangsung damai. Dimana masyarakat di wilayah itu sangat antusias menghadiri kegiatan tersebut.
Dari pantuan media ini dititik terakhir, jamaah di wilayah tersebut memadati tarub yang disediakan oleh panitia pengajian Musa-Ardito. Dimana kegiatan itu berlangsung damai dan dipenuhi suka cita serta tawa dari jamaah yang hadir.
Ustad Solmed dalam pengajian dititik terkahir, kembali memberikan pencerahan terhadap jamaah yang hadir melalui ceramahnya. Sedikit lelucon pun terlontarkan oleh Ustad kondang itu yang membuat jamaah tertawa.
“Kok bapak-bapak dan ibu-ibu tepok-tepom tangan aja. Emang Gue lagi atraksi topeng monyet. Braak hahaha,” tawa dari jamaah terdengar.
Doa meminta hujan, turut diberikan oleh Ustad Solmed dipengajian tersebut. Dimana dirinya berharap agar bisa diamalakan oleh oleh jamaah yang dalam pengajian tersebut.
“Pak, Buk, doa yang saya berikan ini semoga bisa diamalkan yah. Agar wilayah kita ini segera turun hujan. Dimana hujan itu yang di rahmati dan juga penuh berkah,” ujar Ustad Solmed.
Edo warga Kampung Rukhti Harjo menjelaskan dirinya sangat menanti-nanti pengajian Musa-Ardito bersama Ustad Solmed. Hal itu sudah lama dia tunggu agar kegiatan bisa terselenggara di wilayahnya.
“Saya pengen bertemu dan melihat langsung Ustad Solmed yang sering muncul di televisi. Terlebih, dengan Pak Musa-Ardito nya,” katanya disela-sela acara pengajian.
Edo pun berharap agar pengajian ini terus dilakukan. Sebab, nilai-nilai agama saat ini sudah hilang.
“Ceramah seperti ini tentunya sangat penting untuk memberikan pencerahan terhadap umat. Terlebih diakhir jaman seperti. Dan saya berharap Pak Musa-Ardito terus bisa menyelenggarakan pengajian ini, agar umat di Lampung Tengah tetap taat berada dijalan yang lurus dan benar,” katanya.
Sebelumnya, dalam Kunjangan kerja (kunker) Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto, Kamis (26/9), mengatakan bahwa dirinya tidak melarang pengajian tersebut. Beliau mengajurkan agar masyarakat di Kecamatan Seputihraman tidak datang dikegiatan tersebut.
“Mendingan gak usah dateng saja, supaya enggak denger kita. Saya takut bapak-bapak panas, kepancing, marah. Bok antem botol (lempar botol) dadi ribut (jadi ribut),” pungkasnya. (red)
