Kadisdikbud Geram, Kepala SDN 4 Metro Timur Alihkan Fungsi Asset

Penulis : Fredi Kuniawan Sandi


metrodeadline.com – UPTD Kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri 4 Metro Timur, Kota Metro Provinsi Lampung, Dra. Sumarni diduga alih fungsikan asset sekolah yang ia pimpin, tanpa melalui prosedur meminta persetujuan Dinas Pendidikan, Kebudayaan, dan Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Kota Metro.

Dimana pengalihan aset tersebut memindahkan fungsi Perpustakaan dengan Musholla, tindakan yang dilakukan Kepala SDN 4 MetroTimur, dengan terang-terangan melebihi wewenang.

Sementara dilasir dari situs resmi pemerintah,  pengelolaan barang milik Daerah Pemerintah Kota Metro berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 19 tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah, termasuk alih fungsi aset sebagai bukti pertanggung jawaban pengelolaan aset daerah.

Dikonfirmasi hal tersebut, Kepala SDN 4 Metro Timur Dra. Sumarni menyebut bahwa pengambilan keputusan alih fungsi aset tersebut, lantaran sangat urgen (mendesak Red).

“Jadi pada waktu itu, gedung perpustakaan mengalami bocor pasca hujan, dan khawatir buku-buku menjadi rusak. Termasuk lokasi musholla juga tidak layak berada di belakang berhadapan dengan kantin dan toilet. Lalu kita rapat bersama dewan guru dan pengurus komite, akhirnya sepakat di pindahkan,”kata dia saat dikonfirmasi, Rabu (18/9/2019).

Selan itu, kata Sumarni dirinya sudah menghadap bu kadis pendidikan (Ria Andari red), tekait persoalan ini.


“Saya sudah meminta maaf kepada beliau, saya akui saya salah, ini saya lakukan demi kebaikan anak didik,”ucapnya.

Terkait keputusan ini, lanjutnya bukan kepentingan pribadi, melainkan kepentingan keberlangsungan, dan kenyamanan anak didik, untuk proses kegiatan belajar mengajar (KMB).

“Iya artinya, kalau ini harus kembali ke fungsi awal juga kami tidak ada masalah. Toh tidak ada yang dirugikan, barang masih utuh. Kan ini masih berusaha kalau bisa, keuntunganya itu ada pada murid,”jelasnya.


Sementara itu, Kepala Disdikbud Kota Metro, Ir. Ria Andari, M.Pd mengaku tidak akan memberikan surat persetujuan begitu saja, tanpa melalui prosedur yang jelas.

“Saya tidak mau pasang badan soal permasalahan ini, kalau salah tetap saya salahkan, tidak akan saya bela. Ya kemarin Kepsek (Sumarni Red), sudah kesini menghadap saya untuk minta maaf, tapi tidak selesai begitu saja, tugas dia sudah melebihi wewenangnya,”tegasnya.

Sambungnya,  itu SDN 4 Metro Timur punya pemerintah, ya aturanya harus di ikuti donk, jangan dipikir itu punya pribadi. Harus taat dan berpedoman dengan aturan yang berlaku.


“Pokoknya dalam waktu dekat ini, akan saya turunkan tim untuk mengecek kelokasi, soal alih fungsi dari perpustakan- mushola di SDN 4 Metro Timur. Jujur saya sangat kecewa, kenapa laporanya terlambat,”pungkasnya. (*)


You might also like

error: Content is protected !!