Pembangunan

Ada Persoalan Pembangunan Pasar Kampung Rukhti Harjo 

1097
×

Ada Persoalan Pembangunan Pasar Kampung Rukhti Harjo 

Sebarkan artikel ini

Lampung Tengah – Sejumlah pedagang di pasar Kampung Rukhti Harjo, Kecamatan Seputih Raman, Lampung Tengah (Lamteng), menolak adanya rencana pembangunan tempat kuliner disekitar pasar tersebut.

Pande mewakili pedagang setempat mengatakan, penolakan ini dilakukan karena para pedagang khusunya pedagang kuliner bakal dirugikan dengan keberadaan tempat baru itu.

“Otomatis rugi (pedagang kuliner), karena pembeli pasti tidak lagi masuk kedalam. Sedangkan pedagang didalam harus membayar Rp dua belas juta perlos  untuk mendapatkan tempat,” ungkapnya.

Menurut Pande rencana adanya pembangunan tersebut juga tidak melalui sosialisasi.”Tidak ada sosialisasinya. Tiba-tiba main ukur saja (lahan). Kalau ini terus dilanjutkan (pembangunan) kami akan lakukan demo besar-besaran,”ancamnya

Lanjut Pande, penolakan ini juga sesuai dengan denah pasar yang lama, bahwa tidak akan ada penambahan bangunan baru disekitar pasar.

Hal ini agar pasar terlihat rapi demi kenyamanan pengunjung.”Denah lama itu kita sepakat untuk tidak ada penambahan bangunan baru. Kita mau pasar ini menjadi rapih, aman, dan nyaman,”urainya.

Kalaupun akan ada dana untuk pembangunan baru sambungnya, lebih baiknya digunakan untuk membeli los-los didalam pasar yang masih kosong, ini lebih efektif. Didalam itu masih banyak yang kosong, kalau dananya dipakai untuk membeli los-los yang ada dan diberikan subsidi kepada pedagang, otomtis pasar ini akan ramai,” katanya.

Hak senada, diungkapkan oleh Ali pedang di Pasar Kampung Rukhti Harjo, bahwa kalau ada pembangunan pasar lagi. Maka pedang yang sudah lama akan dirugikan.

“Lokasi tempat saya dagang ini udah strategis. Kalau dibangun lagi, kios saya ini ketutup. Kami juga tidak diikut sertakan dalam pembangunan pasar ini. Tau-tau sudah dibangun saja,” keluhnya.

Sementara itu, Kakam Rukhti Harjo Gunawan berdalih telah melakukan sosialisasi terkait pembangunan pasar dari pemerintah pusat tersebut.

“Kita udah melakukan sosialisasi. Dimana kami juga sudah memberitahukan,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!