Ahli Waris Pertanyakan Identitas Oknum Petugas Survei Amitra Syariah FIF Group Metro ?

 

 

Bastian Adi Candra warga Desa Negara Ratu Kecamatan Batanghari Nuban Kabupaten Lampung Timur, Selasa, 13 Agustus 2019 jam 10.30 WIB mendatangi Kantor FIF Group Metro. Ia adalah ahli waris Rumli Ilyas Permata Bumi yang meninggal dunia Jumat, 1 Maret 2019 saat perjalanan ibadah Umrah Senin, 25 Februari – 5 Maret 2019 ke Mekkah.

Tujuan Bastian, akan mempertanyakan siapa nama dan dimana alamat lengkap oknum yang diduga petugas karyawan PT. FIF Group Metro yang melakukan survey sebelum keberangkatan almarhum Rumli. Oknum itu disinyalir dinyatakan telah resain oleh Rohmawati bagian pembiayaan PT. FIF Group Metro. Sementara, oknum itulah yang diduga menyatakan bahwa biaya perjalanan ibadah umrah yang menggunakan dana talangan di asuransikan.

 


“Waktu itu, almarhum ngisi blangko, menyerahkan SPj Gaji, photocopy KTP dan KK ke bu Novi di sekolah, dia cerita ke saya ketika sudah dirumah”. Ungkap Ili Ningsih Selasa, 12 Agustus 2019 pukul 12.30 WIB dirumahnya.

Lalu tambah Ili Ningsih, “datang petugas survei yang cari nasabah, katanya kalau Adi yang pergi umrah dan meninggal dunia, masih tetap bayar angsuran, tapi kalau almarhum yang jalan umrah angsuran lunas, angsurannya 1, 257, 000 sebulan”.

“Setelah almarhum meninggal, masih kata Ili Kings in, datang 5 orang dari FIF sama bu Rohmawati sekitar tanggal, 20 Maret 2019 nagih angsuran. Ada petugas katanya ngaku asli orang dari Bumi Nabung sini (Desa Bumi Nabung Udik Kecamatan Sukadana), katanya agak nggak nantang kalau nggak bayar angsuran almarhum, dosa, seperti setengah nakut-nakutin”.

“Kalau kata bu Rahmawati nilai angsuran naik jadi dari 1,257,000 menjadi 1, 286, 000, itu berikut uang untuk biaya transfer di indomaret 4,000. kalau aturan pada waktu pendaftaran di bulan Desember 2018 itu memang nggak ada asuransi,
tapi kalau pendaftaran bulan Februari 2019 itu yang ada asuransinya”. Jelas Ili Ningsih istri almarhum menirukan ucapan Rohmawati.

Bastian Adi Candra, baik jauh sebelum maupun setelah mendatangi Kantor FIF Group Metro, mempertanyakan apa penyebab Rohmawati tidak berkenan mempertemukannya dengan oknum petugas survey tersebut .

“Pertanyaan saya, kenapa sampai sekarang bu Rohma nggak mau dan nggak bisa mempertemukan saya dengan orang yang pertama survei itu. Walaupun, kata bu Rohma orang itu sudah resain, tapi saya minta photocopy KTP-nya, karena orang ini mau saya cari

Menurutnya, oknum yang melakukan survey tersebut yang menyatakan biaya perjalanan ibadah umrah orangtuanya yang dibiayai dari Amitra Syariah PT. FIF Group Metro di asuransikan.

“Sebab, dia yang datang pertama kali datang survey sendiri, katanya kalau saya yang pergi umrah dan meninggal angsuran masih tetap bayar karena Abi yang tanggungjawab bayar, tapi kalau Abi yang umrah lalu meninggal dunia angsuran lunas (di asuransikan)”.

Ketika akan dikonfirmasi, Kepala Cabang PT. FIF Group Metro, Hary Febriady tidak berada ditempat, begitu juga dengan Rohmawati Bidang Pembiayaan.

“Bu, dibawah ada tamu pak Candra mau ketemu tanya masalah angsuran almarhum orangtuanya, lalu, ibu lagi nggak ada, sedang ke Lampung Timur. Kebetulan Kepala Cabang juga nggak ada katanya lagi sakit”. Kata seorang karyawan PT. FIF Group Metro usai menghubungi Rohmawati.

Sementara, ketika dikonfirmasi melalui sambungan handphone, Rohmawati mengatakan akan mencari nama dan alamat lengkap oknum petugas karyawan yang melakukan kegiatan survey ketika itu di aplikasi data masuk sebagai arsip.

“Nanti saya cari dulu di datanya, kalau namanya saya lupa, alamatnya di Bumi Nabung, nggak tau Bumi Nabung mana”. Kata Rohmawati Senin, 13 Agustus 2019 jam 10.22 WIB ketika dihubungi melalui sambungan handphone saat masih di Kantor FIF Group Metro.

Rohmawati disinyalir tidak mengetahui alamat pasti oknum petugas survey tersebut apakah beralamat di Desa Bumi Nabung Udik Kecamatan Sukadana Kabupaten Lampung Timur atau Kampung Bumi Nabung Ilir Kecamatan Bumi Nabung Kabupaten Lampung Tengah.

Sementara Kepala Desa Bumi Nabung Kecamatan Sukadana Kabupaten Lampung Timur, Holdi tidak mengetahui apabila masyarakat warga Desanya bekerja di PT. FIF Group Metro.

“Sepertinya nggak ada masyarakat saya yang bekerja di FIF Metro atau mungkin saya yang belum tau, maklum masyarakat saya banyak”. Kata Holbi Kepala Desa Bumi Nabung Selasa, 13 Agustus 2019 pukul 11.40 WIB melalui sambungan handphone.

Begitu juga Nurhayati Helmi warga Kampung Bumi Nabung Ilir Kecamatan Bumi Nabung Kabupaten Lampung Tengah tidak mengetahui keberadaan oknum tersebut di kampung halamannya.

“Nggak pernah dengar kalau ada orang di kampung kami kerja di FIF, kalau adek Hamdan kerjanya di Adira Bandar Jaya”. Tutur Nur panggilan Nurhayati Helmi.

Sebelumnya, Novita Sari petugas Cabang PT. SAW DGI Perwakilan Kabupaten Lampung Timur, menganjurkan agar konfirmasi kepada Rohmawati petugas pembiayaan Amitra Syariah FIF Group Metro saat dikonfirmasi terkait perihal dana pembiayaan untuk biaya keberangkatan ibadah umrah almarhum Rumli, Selasa, 30 Juli 2019 jam 10.00 WIB ditempatnya mengajar.

Peraturan Menteri Agama Nomor 8 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah, Pasal 5 Ayat (1) dan Ayat (2) huruf k dan l, Pasal 6 Ayat(1) dan Ayat (2), Pasal 8 Ayat (1) dan Ayat (2) dan Ayat (3)

Pasal 12 PPIU dilarang memfasilitasi keberangkatan Jemaah menggunakan BPIU yang berasal dari dana talangan. Pasal 27 (1) PPIU dapat mengajukan permohonan pengesahan kontrak sebagai syarat menjadi provider visa. (3) Provider visa sebagaimana dimaksud pada ayat (1), wajib: f. memastikan asuransi perjalanan Jemaah.

Laporan : Ropian Kunang

You might also like

error: Content is protected !!