Diduga Sertifikat Tanah PTSL 2017 Jadi Ladang Pungli di Kampung Mojopahit Lamteng

Lampung Tengah – Program PTSL merupakan inovasi pemerintah melalui Kementerian ATR/BPN untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, seperti sandang, pangan, dan papan.

Program tersebut dituangkan dalam Peraturan Menteri No 12 tahun 2017 tentang PTSL dan Instruksi Presiden No 2 tahun 2018, yang notaben nya mempermudah masyarakat memilki sertefikat tanah dengan proses yang mudah dan gratis.

Namun beda di Kampung Mojopahit Kecamatan Punggur Kabupaten Lampung Tengah, program tersebut memang di terima baik oleh masyarakat kampung tersebut, namun diduga disalah gunakan oleh oknum pejabat desa setempat, karena pembuatan sertifikat
di kampung Mojopahit tidak lah gratis.

Namun di kenakan biaya sebesar Rp.400 ribu persertefikat dengan jumlah pembuatan sebanyak 160-180 sertifikat.

Dalam hal ini, kami awak media menelusuri terkait masalah tersebut dan mendapat salah satu warga yang tak ingin di sebutkan namanya kebingungan untuk menebus sertifikat yang telah jadi di kadus (kepala dusun masing masing).

Ia menerangkan pembayaran sertifikat tersebut bisa di bayar dengan mencicil ke kadus nya dengan nominal Rp 100-200  ribu sampai lunas dengan nominal Rp. 400 ribu.

Kadus usoy efendi, yang kini tidak lagi menjabat karena adanya perubahan aparatur desa baru dan kepala desa baru, menerangkan, terkait masalah sertifikat ini memang pihaknya yang menagih dan menerima dana tersebut dengan besaran Rp. 400 ribu persertifikat.

“Kami melakukan hal tersebut bukan semata mata, karena kami memang yang mau melainkan kami hanya dapat perintah dari atasan seperti ketua pokmas desa Mojopahit Ismail. Dana tersebut setelah terkumpul kami serahkan kepada Erik selaku bendahara pokmas.

“Kami ada 5 kadus salah satu nya saya, memang benar merima dari hasil itu sebesar Rp. 500 ribu, dan sisa dana nya kami tidak tau karna semua ada di bendahara dan ketua pokmas nya,”jelasnya. 

Di selah itu di kediaman Usoy, kami konfirmasi kepada Ismail melalu via telphonen. Mail mengatakan, maslah tersebut telah selesai dan biar di selesaikan kadus kadus itu.

Sampai berita ini di terbitkan ketua pokmas Ismail dan termasuk Lurah Mojopahit lama belum bisa di konfitmasi secara langsung di karenakan tidak pernah ada di tempat. (*)

Penulis/Foto : Rizki

You might also like

error: Content is protected !!