Polres Lamtim OTT Oknum Staf Ahli DPR RI

LAMPUNG – Konferensi Pers digelar oleh Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Lampung Timur, AKBP Taufan Dirgantoro atas keberhasilan jajarannya melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap tersangka berinisial, CAN. Tersangka diduga melakukan perbuatan tindak pidaana korupsi (Tipikor) sebesar Rp. 215 juta. Saat OTT diamankan barang bukti (BB) berupa uang tunai Rp. 5 juta dan buku tabungan. Pelaku adalah oknum staf ahli Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) yang tertangkap tangan di Kecamatan Batanghari Nuban Kabupaten Lampung Timur.

“Polres Lampung Timur telah berhasil melakukan ungkap kasus, terhadap pelaku tindak pidana korupsi, yang mana dalam hal ini telah dilakukan operasi tangkap tangan atas tersangka dengan inisial Can dari Tasik Malaya Propinsi Jawa Barat”. Ungkap Kapolres Lampung Timur, AKBP Taufan Dirgantoro saat Konferensi Pers Jumat, 2/8 di Mapolres setempat didampingi Waka Polres Lampung Timur, Kompol Suparman.

Dalam OTT berhasil mengamankan barang bukti (BB) berupa uang tunai Rp. 5 juta, buku tabungan dan kartu tanda pengenal.

“Adapun hasil dari OTT ini, kami dapat mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar 5 juta rupiah, kemudian buku tabungan, tanda pengenal tersangka sebagai staf ataupun tenaga ahli DPR RI pusat”. Jelas Kapolres Lampung Timur.

Untuk modus operandi (MO) yang dilakukan oleh tersangka dengan cara meminta uang imbalan atas bantuan alat mesin pertanian (alsintan) traktor.

“Tersangka ini, meminta imbalan atas bantuan proyek berupa traktor pada kelompok tani yang ada di wilayah Lampung Timur, bantuan Kementerian Pertanian tahun anggaran2017. TKP penangkapan di Kecamatan Batanghari Nuban, ersangka ini menelpon, mungkin juga sebelumnya sudah beberapa kali menerima transferan dari kelompok tani yang ada di Lampung Timur”. Urainya.

Kemudian, untuk yang terakhir meminta uang imbalan berupa uang tunai langsung diterima oleh tersangka. Kejadian ini terjadi pada hari Senin, 28 Juli 2019. Pasal yang kami sangkakan Pasal 12 huruf e Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi ancaman hukumannya minimal 3 tahun dan maksimalnya 20 tahun.

Proses tentunya akan kita kembangkan lebih lanjut, karena penerimaan simpanan ini secara bertahap, traktor yang telah digulirkan dari Pusat kepada 5 kelompok tani. Jumlah uang yang telah diterima oleh tersangka ini dengan total keseluruhan 215 juta rupiah. Setiap Gapoktan itu membayar sejumlah 70 sampai dengan 100 juta rupiah.

“Sementara kami amankan 1 orang, untuk sistim pembayarannya melalui transfer secara bertahap, pertama 100 juta dikirim ke rekening tersangka, tahap kedua 100 juta dan terakhir 10 juta. Kemarin, Senin, 28 Juli 2019 tersangka datang ke Lampung Timur meminta uang tunai 5 juta rupiah. Tergantung dari pesanan, merek yang diterima mulai dari Yanmar dan lainnya di 5 Kecamatan 5 kelompok tani,”pungkasnya. (*)

Laporan : Ropian Kunang

You might also like

error: Content is protected !!