Kasi PHU Kemenag Lamtim : PPIU Harus Memberikan Pertanggungan Dalam Bentuk Asuransi

LAMPUNG TIMUR – Berdasarkan Peraturan Menteri Agama Nomor 8 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah, Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) berkewajiban memberikan pelindungan jiwa berbentuk asuransi.

“Berdasarkan PMA Nomor 8 Tahun 2018, diantaranya terkait kewajiban PPIU memang harus memberi pertanggungan dalam bentuk asuransi”. Tegas Ahmad Syauban Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur Rabu, 31/7 pukul 15.53 WIB melalui sambungan handphone.

Apakah dibenarkan petugas PPIU PT. SAW DGI Kabupaten Lampung Timur tidak memberikan pelindungan jiwa berupa asuransi kepada jemaah umrah.

“Nah biasanya yaitu tadi, PPIU itu menawarkan dengan harga lebih murah dengan mengurangi hak-hak jemaah, diantaranya asuransinya. Itu perlu ditelusuri dulu harga paketnya berapa”. Jelas Sauban.

Apakah manajemen PPIU PT. SAW DGI menyampaikan pemberitahuan tentang keberadaan dan mengajukan permohonan izin atas kegiatan mereka melakukan perekrutan jemaah umrah di Kabupaten Lampung Timur kepada Kepala Seksi Penyelenggaran Haji dan Umroh Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur.

“Kalau laporan dengan kami belum ada, biasanya mereka minta rekomendasi untuk buat passport, tapi saya belum pernah melihat DGI itu”. Terang Kasi PHU Kemenag Lamtim.

Kasi PHU Kemenag, Ahmad Sauban tidak mengetahui apabila Novi menjadi petugas traveling PT. Samira Ali Wisata (SAW) Dini Group Indonesia (DGI) Kabupaten Lampung melainkan di Armirareka Perdana.

“DGI itukan bu Novi, dulunya bu Novi di Arminareka, setaunya saya, dia di Arminareka, kalau dia di DGI sayakan belum tau, maka perlu kita telusuri dulu”. Pungkasnya.

Dilain pihak, Reni petugas PT. SAW DGI Propinsi Lampung dari Natar Kabupaten Lampung Selatan mempertanyakan siapa yang menyampaikan keluhan tentang asuransi jiwa dan surat keterangan kematian (SKK) atas nama Rumli almarhum.

“Saya Reni dari Natar atasan Novi, saya tanya siapa yang menyampaikan keluhan itu, sedangkan ahli waris tidak ada keluhan apa-apa, muncul berita tidak berimbang tanpa konfirmasi ke kami sampai merugikan nama baik kami dan juga mencemarkan nama baik saya karena ada inisial Ni”. Kata Reni Rabu, 31/7 jam 17.23 WIB melalui sambungan handphone.

“Sebenarnya ini miskomunikasi, kalau bisa besok (Kamis,1/8/2019) datang ke kantor kami (PT.SAW DGI Bandar Lampung) bareng sama ahli waris, kebetulan dari kantor pusat ada yang datang karena kami mau ada rapat”. Harapnya. (*)

Laporan : Ropian Kunang

You might also like

error: Content is protected !!