GML Metro Soroti Kualitas Proyek Fisik

METRO – Buruknya kualitas proyek fisik pada sejumlah dinas di Kota Metro, membuat DPD Gerakan Masyarakat Lokal (GML) setempat prihatin.
Sebagai bentuk keprihatinan, ormas yang intens terhadap pembangunan di Bumi sai Wawai, membentuk tim investigasi.
Ketua DPD GML Kota Metro, Slamet Riadi mengatakan, dalam satu dua tahun belakangan, pihaknya mendapatkan laporan, baik itu masyarakat¬† maupun nitizen di sosial media, terkait hasil proyek fisik yang kualitasnya sangat buruk,”Ini menjadi preseden buruk bagi Kota Metro. Terbukti, pada tahun anggaran 2017, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Lampung, menemukan indikasi kerugian negara dalam pemeriksaannya,” kata Slamet Riadi, Rabu (17/7).
Atas kondisi tersebut, pihaknya akan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan fisik, dengan membentuk tim investigasi, yang dibentuk berdasarkan SK nomor 011/GML-Metro/VIII/2019, yang akan melakukan pengawasan mulai dari awal pelaksanaan pekerjaan hingga selesai.
“Jadi, tim yang berjumlah 7 orang,¬† akan melakukan pengawasan sejak awal,” lanjut dia.
Selain itu, terkait hasil pekerjaan proyek fisik yang kualitasnya buruk, pihaknya akan melakukan berbagai upaya, mulai dari meminta klarifikasi kepada dinas terkait termasuk konsultan pengawas.
Jika tidak ada respons, kami akan meneruskan persoalan tersebut ke aparat penegak hukum,” ujarnya.
Ketua Tim Investigasi Proyek Fisik DPD GML Kota Metro, Syafarudin menyatakan kesiapan untuk melaksanakan tugas yang sudah digariskan oleh organisasi.
“Kami siap untuk melaksanakan tugas. Berbagai sarana untuk pelaksanaan investigasi juga akan kami siapkan,” tegas Syafarudin.
Berdasarkan catatan DPD GML Kota Metro, buruknya hasil pekerjaan tidak hanya pada proyek fisik, tetapi juga proyek pengadaan, termasuk pemeliharaan baik yang bersumber dari dana retensi, maupun anggaran pemeliharaan rutin dinas terkait. (*)

You might also like

error: Content is protected !!