Aktivis HAM Kecam dan Divisi Propam Akan Audit Oknum Penembak

LAMPUNG TIMUR – Menyikapi viralnya video berdurasi 16 detik menampilkan aksi penembakan terhadap tersangka pelaku kriminalitas diduga dilakukan oleh oknum Kepolisian Resort (Polres) Lampung Timur mendapat tanggapan dari beberapa pihak.

Tanggapan itu berasal dari aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Kabupaten Lampung Timur dan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Kepolisian Daerah (Polda) Lampung, dilansir dari media online Kabupaten setempat.

Divisi Propam Polda Lampung akan menurunkan tim untuk melakukan audit investigasi langsung ke Lampung Timur terkait penembakan tersebut untuk menelaah ada atau tidaknya indikasi pelanggaran standar operasional prosedur (SOP).

Hal itu, disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Kepolisian Daerah (Polda) Lampung, Komisaris Besar Polisi Zahwani Pandra Arsyad, SH. SE.

“Pertama saya turut prihatin atas terjadi hal tersebut, tapi kita juga mengapresiasi atas keberhasilan anggota ungkap kasus pencurian dengan kekerasan (Curas) yang dilakukan tersangka berulangkali dan sangat meresahkan masyarakat”. Ujarnya Kabid Humas Polda Lampung, Senin, 8/7 melalui sambungan telephone, seperti dikutip dari infowaw.com.

Lebih lanjut, pihaknya memberikan Reward atas pengungkapan kasus dan juga memberi sangsi apabila dilakukan melebihi ambang batas kewajaran.

“Kita memang berikan Reward untuk pengungkapan kasus, tapi ada juga penghukuman bila itu dilakukan secara berlebihan”. Imbuh Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, SH,SE.

Berdasarkan Peraturan Kepala (Perka) Kepolisian Republik Indonesia (Polri) Nomor 1 Tahun 2019 tentang Penggunaan Kekuatan Kepolisian Republik Indonesia.

“Sesuai dengan Perka Polri Nomor 1Tahun 2019 tentang Penggunaan Kekuatan Kepolisian Republik Indonesia, yaitu pertama dengan suara “jangan bergerak”, kedua dengan kekuatan tangan ringan, ketiga kekuatan tangan kuat, keempat dengan menggunakan
tongkat, borgol dan pentungan, kelima penggunan gas air mata dan keenam menggunakan senjata apabila akan membahayakan diri sendiri dan orang lain”. Terangnya.

Ia meminta kepada para rekan media untuk bersabar menunggu hasil audit Tim Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian Daerah Lampung setelah melakukan investigasi.

“Saya minta kawan – kawan bersabar, kita tunggu hasil audit tim Div Propam bekerja, mohon waktunya”. Pungkasnya.

Seperti diberitakan media setempat, oknum yang diduga pelaku penembakan tersangka berinisial, Yf adalah anggota Polres Lamtim berinisial, Pu.

Tindakan oknum tersebut dikecam oleh aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) dan Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Lampung Timur, Edi Arsadad sementara keluarga korban berencana akan melakukan penuntutan.

Laporan :

– Ropian Kunang dan
– Tim.

You might also like

error: Content is protected !!