Metro, Metrodeadline.com – Pimpinan Universitas Islam Lampung (UNISLA) menggelar konferensi pers pada Selasa (17/3) guna menanggapi berbagai isu negatif dan tudingan tidak berdasar terkait penyelenggaraan pendidikan tinggi di kampus tersebut, Selasa (17/3/2026)
Rektor UNISLA, Dr. Muslim, menegaskan bahwa seluruh tuduhan mengenai praktik pemberian gelar palsu, jual beli ijazah, maupun penyimpangan akademik adalah tidak benar.
“Kami menegaskan bahwa seluruh proses akademik di UNISLA berjalan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, termasuk Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa transparansi menjadi prinsip utama kampus. Seluruh data mahasiswa dan lulusan, tercatat resmi dan dapat diverifikasi secara terbuka melalui sistem Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI).
“Hal ini menjadi bukti bahwa tidak ada ruang bagi praktik ilegal dalam sistem akademik UNISLA,” tuturnya.
Selain itu, UNISLA menegaskan komitmennya dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan.
“Sejak bertransformasi dari Institut Agama Islam Agus Salim menjadi universitas pada 2024, kampus ini terus memperkuat standar akademik melalui akreditasi dan pengawasan internal sesuai regulasi Kementerian Pendidikan,” jelasnya.
“Fokus kami adalah mencetak lulusan yang kompeten, berakhlak mulia, dan mampu berkontribusi bagi masyarakat, khususnya di Kota Metro dan Provinsi Lampung,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, pihak kampus juga menyampaikan sikap tegas terhadap pihak-pihak yang menyebarkan informasi yang dinilai mencemarkan nama baik institusi.
“Tim kuasa hukum UNISLA saat ini sedang memantau perkembangan isu tersebut dan tidak menutup kemungkinan akan mengambil langkah hukum, baik secara perdata maupun pidana, sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.
Selain itu pihak rektorat mengimbau masyarakat dan sivitas akademika untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
“UNISLA tetap beroperasi normal dan berkomitmen menjalankan perannya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” pungkas Dr. Muslim. (Aliando)
