Lampung, Metrodeadline – Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung (BBWS-MS) melalui Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan SDA (OP-SDA) I menyelenggarakan kegiatan Serah Terima Hasil Pekerjaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahap I Tahun 2025 di Swiss-Belhotel Lampung, pada Jum’at (14/11).
Program P3-TGAI merupakan kegiatan padat karya tunai yang dilaksanakan secara swakelola masyarakat dengan memperhatikan persamaan gender. Kegiatan ini terselenggara untuk pemberdayaan masyarakat petani khususnya IP3A/GP3A/P3A dengan tetap memperhatikan Petunjuk Teknis dan Pedoman Umum Pelaksanaan P3-TGAI
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Anggota DPR RI Fraksi Partai Nasdem, Drs. Hi. Tamanuri yang diwakili oleh Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Ir. Mardiana, Anggota DPRD Kabupaten Lampung Timur Fraksi Partai Nasdem, Rusmanto dan Badrun Susanto, Kabag Umum dan TU BBWS-MS, Kabid OP-SDA I, Ketua Tim Pelaksanaan Urusan Perencanaan, Ketua Tim Pelaksanaan Urusan Pelaksanaan, Kepala Satuan Kerja OP SDA, PPK OP SDA I, Tim Pelaksana Balai, Konsultan Manajemen Balai serta 105 Kepala Desa/ Kampung/ Tiyuh/ Pekon/ Peratin beserta 118 Kelompok P3A penerima P3-TGAI.
Asnal Diansyah, ST., M.Eng selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) menjelaskan capaian progres kegiatan P3-TGAI pada tahap 1 telah mencapai 96,48% dari total 176 titik lokasi yang tersebar di 12 kabupaten, dengan rincian 118 titik lokasi yang telah menyelesaikan pekerjaan 100% dan 58 titik lainnya mengajukan perpanjangan waktu pekerjaan yang disebabkan kendala teknis. Namun dirinya berharap bahwa semua lokasi akan selesai secara keseluruhan pada 20 November 2025.
“Apresiasi kami sampaikan kepada seluruh P3A dan Kepala Desa serta seluruh undangan yang turut menghadiri acara serah terima pekerjaan P3-TGAI 2025,” ujarnya.
DR. Iskandar Rahim, ST., MT selaku Kepala Bidang (Kabid) Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air (KPISDA) pada arahannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para kepala desa, P3A, KMB, TPM seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam mendampingi pelaksanaan kegiatan P3-TGAI. Ia menyampaikan bahwa kegiatan P3-TGAI tahun 2025 dilaksanakan di 176 titik pada tahap 1 dan 51 titik pada tahap 2 yang tersebar di seluruh Provinsi Lampung. Selain itu, dirinya memberikan informasi bahwa pihaknya telah membuka akses untuk usulan kegiatan Inpres irigasi untuk pembangunan, peningkatan, atau rehabilitasi jaringan irigasi yang diajukan oleh pemerintah daerah sebagai tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi. Proses ini melibatkan verifikasi administratif dan teknis melalui Sistem Informasi Program Usulan Irigasi (SIPURI) untuk memastikan usulan tersebut tepat sasaran, sesuai kriteria, dan mendukung target swasembada pangan nasional.
“Usulan melalui SIPURI ini dibuka hingga bulan Maret 2026 mendatang, kami harapkan kolaborasi baik pemerintah kabupaten, provinsi serta aspirasi dari legislatif,” ungkap Iskandar Rahim.
Pada kesempatan itu, Ir. Mardiana mewakili Drs. Hi Tamanuri menyampaikan kegiatan serah terima pekerjaan tersebut merupakan momen penting dalam menjaga ikatan silaturahmi yang bermanfaat antara konstituen dan pembawa aspirasi. Dirinya berharap kegiatan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat dapat terus terlaksana secara berkelanjutan, sehingga dirinya dan jajaran baik di tingkat kabupaten, provinsi dan pusat dapat terus memperjuangkan aspirasi masyarakat dengan memperhatikan kebermanfaatannya. Kemudian dirinya mengajak semua pihak untuk mendukung program pemerintah sehingga kesejahteraan masyarakat, khususnya program ketahanan pangan dapat cepat tercapai.
Selain itu, Mardiana memberikan usulan kepada pihak BBWS-MS untuk memberikan penghargaan atau sertifikasi kepada P3A yang telah menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu, sesuai petunjuk teknis dan pelaksanaan, sehingga nantinya tidak ada lagi permasalahan yang timbul setelah pelaksanaan pekerjaan telah dinyatakan selesai.
“Serah terima artinya pekerjaan sudah selesai dengan baik, sesuai dengan petunjuk teknis dan pelaksanaan, jika tidak sesuai aturan, diblacklist atau diskualifikasi, kemudian minta kembalikan dananya,” tegasnya.
Kemudian, secara khusus, Mardiana berharap BBWS-MS untuk meninjau optimalisasi Bendungan Way Rarem di Kabupaten Lampung Utara, sehingga aliran Way Rarem dapat kembali optimal, petani yang semula merubah potensi lahan sawah dapat mengembalikan fungsi sawahnya.
“Saat ini, banyak lahan yang kurang optimal dalam menerima manfaat, sehingga petani mengganti komoditas padi menjadi singkong, karena alirannya tidak optimal, ini menjadi perhatian kita bersama,” tutur Mardiana.
(Aw)
