Kota Metro

Sambut Ramadhan 1447 H, Muslimat NU Kota Metro Gelar Pengajian Akbar di Masjid Taqwa

268
×

Sambut Ramadhan 1447 H, Muslimat NU Kota Metro Gelar Pengajian Akbar di Masjid Taqwa

Sebarkan artikel ini

 

Metro, Metrodeadline.com – Dalam rangka menyongsong bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Hidmat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Metro menggelar pengajian rutin di Masjid Taqwa Kota Metro, Minggu (15/2/2026).

Kegiatan ini menjadi agenda tetap organisasi sebagai bentuk penguatan spiritual sekaligus konsolidasi menjelang bulan penuh berkah.

Pengajian tersebut dihadiri sekitar 350 jamaah dari lima Pengurus Anak Cabang (PAC) beserta ranting se-Kota Metro. Antusiasme para peserta mencerminkan semangat kaum ibu dalam menuntut ilmu agama serta mempererat ukhuwah Islamiyah.

Ketua PC Muslimat NU Kota Metro, Hj. Siti Rumzanah, mengatakan bahwa pengajian rutin ini bertujuan menambah wawasan keagamaan para pengurus dan anggota, khususnya dalam mempersiapkan diri menyambut Ramadhan.

“Melalui pengajian rutin ini, kami menambah ilmu keagamaan para pengurus. Materi yang disampaikan berkaitan dengan persiapan menyongsong bulan suci Ramadhan,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk membangkitkan semangat ibu-ibu Muslimat NU agar semakin aktif dalam kegiatan keagamaan. “Harapan kami, ibu-ibu semakin semangat dalam menuntut ilmu dan berkhidmat di PC Muslimat NU Kota Metro,” tuturnya.

Sementara itu, penceramah Ustadzah Ainun Nikmah, M.Pd., mengajak jamaah menyambut Ramadhan dengan penuh kegembiraan, persiapan lahir dan batin, serta tetap berpegang teguh pada ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah.

Ia mengingatkan bahwa Rasulullah SAW memberikan kabar gembira atas datangnya Ramadhan. “Ketika Ramadhan tiba, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Ini menunjukkan betapa agungnya bulan Ramadhan,” katanya.

Dalam tausiyahnya, Ainun memaparkan sejumlah persiapan penting menjelang Ramadhan, antara lain tazkiyatun nafs (penyucian hati), memperdalam ilmu, memperbanyak taubat, serta menguatkan ukhuwah. Menurutnya, Ramadhan bukan sekadar perubahan jadwal makan dan tidur, melainkan momentum peningkatan kualitas ibadah.

“Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an, bulan ampunan, dan bulan pelipatgandaan pahala. Karena itu, persiapan harus matang—baik hati, ilmu, taubat, maupun hubungan sosial,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya niat puasa yang terletak di hati sebagai tekad menjalankan ibadah semata-mata karena Allah SWT, dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar.

Selain menjelaskan hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan dan minum dengan sengaja, muntah disengaja, berhubungan suami istri di siang hari, hingga datangnya haid atau nifas, Ainun turut mengingatkan tentang perbuatan yang dapat mengurangi pahala puasa.

“Ghibah, fitnah, perkataan buruk, serta marah dan emosi berlebihan dapat mengurangi nilai ibadah puasa meski puasanya tetap sah,” paparnya.

Ia pun mengajak jamaah untuk menjaga lisan, menahan amarah, meluruskan niat, serta mengisi waktu dengan ibadah dan perbuatan baik agar puasa tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga bernilai pahala yang sempurna.

Kegiatan pengajian ditutup dengan doa bersama, sebagai wujud harapan agar seluruh jamaah diberi kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan. (Aliando)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!