Sales Optik, Sadap Hp Berujung di Pengadilan

Sidang ke 3 pembacaan Gugatan
Lampung Tengah
Kurun Waktu setengah Tahun Pengadilan Negri Gunung Sugih  Terima Sidang Perdata ITE pada tanggal 27 Juli 2021  dengan   Nomor Perkara 33/Pdt.G/2021/PN Gns di cuplik dari sipp.pn-gunungsugih
penggugat bernama Koko nugroho dan tergugat bernama Nita Alinda sales optik livina punggur yang beralamat di kampung satomulyo Kec. kota gajah kab. Lampung tengah
perkara tersebut telah berlangsung selema 3 kali, sidang pertama pada 10 agustus tergugat tidak Hadir, sidang kedua 18 aguatus 2021 Mediasi namun tidak berhasil, yang ketiga 31 agustus 2021 pembacaan Gugatan di ruang sidang Cakra. yang dipimpin oleh hakim FR.Yudit dan ketiga anggota Yoses dan Ristian
dalam pokok perkara ada 5 tuntutan yang di ajukan penggugat
bunyi tutuntan penggugat
yaitu:
1. perbuatan melawan hukum
2. pencemaran nama baik
3. menuntut tergugat membayar materil dan non materil 300jt
4. tergugat permintaan maaf kepada media dan elecktronik
5. membebankan tergugat membayar beban biaya perkara.
menurut Perkumpulan Lembaga Bantuan Hukum Perlindungan Konsumen Mitra Sejahtera, Lampung. Indra menjelaskan bahwa ini sidang perdata ITE  mengenai nama Baik dan privasi  Klien kami Koko  sebagai salah
satu ketua Lembaga di provinsi lampung
“sebelumnya kami sudah memberikan somasi kepada tergugat dan sempat mediasi, namun tidak menemukan hasil “
oleh karena itu kami sebagai kuasa hukum dan penggugat mengambil langkah ini, karena terkait nama baik klien kami, dimana Whatsap klien kami di sadap atau di cloning oleh Tergugat. bahkan Tergugat sempat membagikan dan menyebarkan screnshottan kepada publik. tuturnya
diselah itu juga koko Penggugat mengatakan. sudah pernah mediasi, dan Tergugat mengakui perbuatannya salah, dan itu disampaikan oleh kuasa hukum nita pada saat mediasi, namun mediasi tidak ada titik temu.
dan bahkan tergugat enggan meminta maaf kepada saya terkait yang telah dirinya lakukan, sedangkan saya disini adalah korban yang di rugikan. dimana tergugat telah melakukan penyadapan whatsap app saya dengan cara di cloning, serta handphone saya telah dikunci dengan sidik jari tergugat tanpa sepengetahuan saya.
oleh sebab itu saya bersama kuasa Hukum melayangkan gugatan ke PENGADILAN NEGERI Gunung Sugih. jelas koko
Menurut Salah satu kuasa hukum penggugat, mengatakan perkara ini menjadi pembelajaran untuk kita semua serta masyarakat agar kita dapat mawasdiri dan memahami bahwasannya kita hidup di negara hukum. Riz

You might also like

error: Content is protected !!