Kadisdag Sudah Dipriksa, Jaksa Dalami Proyek Rehap Pasar Cendrawasi Rp3,7 M

 

foto net ilustrasi

 

METRO – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Metro Ivan Jaka MW memastikan, proses penyidikan perkara dugaan korupsi pada proyek pembangunan pasar cendrawasih terus berlanjut. Hanya saja, sejauh ini, penyidik belum dapat membeberkan hasil penyidikan.

DPRD Warning Pemkot Percepat Pekerjaan Fisik

 

Menurut Ivan Jaka, kepastian proses penyidikan pada proyek senilai Rp 3,7 miliar tersebut, didasarkan atas temuan pihaknya serta laporan pengaduan (lapdu) dari dua elemen masyarakat.

 

“Jadi, selain temuan kami, juga ada lapdu dari dua elemen masyarakat. Nantinya, akan kami padukan hasil temuan dan kedua lapdu tersebut. Kami tetap bekerja, silakan rekan-rekan wartawan mengawasinya,”kata Ivan Jaka, Senin (2/9/2019) seperti dilansir dari www.perseptiflampung.com.

Direhab Rp3,7 M, Walikota Metro Tinjau Pasar Cendrawasi

 

Berdasarkan pantauan, hingga kini penyidik pada Seksi Intelijen yang menangani perkara dugaan korupsi pada proyek pembangunan pasar cendrawasih, belum terlihat melakukan pemeriksaan lanjutan pada proyek yang dikelola oleh Dinas Perdagangan Kota Metro tersebut.

 

Diketahui, Kejaksaan Negeri (Kejari) Metro membidik proyek renovasi pasar cendrawasih. Buntutnya, Kepala Dinas Perdagangan Kota Metro, Leo M Hutabarat bersama sejumlah pejabat setempat, diperiksa tim penyidik, Rabu (10/7/2019) lalu.

Dirilis sebelumnya : Baca

DPRD Metro Soroti Proyek Rehap Pasar Cendrawasi Rp3,7 M

METRO – RN Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro inspeksi mendadak (Sidak) ke lokasi proyek renovasi dan rehabilitasi pasar cendrawasi dengan menelan anggaran Rp3,7 milyar bersumber dari APBD TA 2018, Senin (12/11/2018).

Ketua Komisi I DPRD Kota Metro Basuki melalui Sekertaris Komisi I DPRD Kota Metro Nasrianto Efenddy menyatakan bahwa tujuan sidak ini untuk mengontrol proyek Dinas Perdagangan Kota Metro. Dimana proyek tersebut diketahui tender lelang  dimenangkan oleh PT. Haberka Mitra Persada dengan masa pelaksanaan 150 hari kalender.“Kami sengaja sidak kelokasi untuk mengecek langsung sejauh mana perbaikan pasar, dan sejauh mana pemasangan ekskalator, dengan harapan pengerjaannya dilakukan dengan benar,”unkapnya.

Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini meminta pemborong, rekanan, dan pengawas PPK Dinas Perdagangan dapat bekerja secara profesional dalam hal kualitas dan mutu hasil pekerjaan rehabilitasi.

“Itu proyek rehabilitasi nilainya cukup fantastik ya, sebesar Rp3,7 milyar. Ya kalau hanya pemasangan satu buah eskalator naik dan rehab rangka atap baja dan perapian los hamparan, cat dinding, dan lain-lain harusnya bagus sesuai spek RAP (Rencana Anggaran Pelaksanaan). Saya harap ekskutif ikut mengawasi dengan baik, kalau tidak sesuai harus ditegor karna ini uang rakyat, jadi pembangunan untuk kenyamanan pedagang dan pembeli,”tegasnya.

Sejauh ini, kata Nasrianto sudah banyak masukan dan kekhawatiran dari pembeli. Salah satunya mereka menilai kenapa hanya pemasangan satu buah ekskalator naik, sedangkan ekskalator turun tidak ada.

“Jadi itu yang menjadi keluhan masyarakat terutama pembeli atau pedagang yang sudah lanjut usia (Lansia), ditambah gedung pasar Cendrawasi itu bangunan lama dan sudah banyak yang keropos mereka (Pedagang Red) khawatir roboh menimpa pedagang dibawah. Sedangkan proyek itu hanya rehabilitasi, sama sekali tidak menambah tiang atau merubah pondasi”urainya, menirukan keluhan pedagang.

Ia menambahakan para pedagang juga menayakan untuk rehab los-los dan hamparan lantai atas itu apakah untuk pedagang basah seperti sayur-mayur, ikan, sembako atau pakaian. Pasalnya saat dilihat kasat mata saat ini bentuk progresnya untuk pedagang sayuran. 

“Sudah kita cek, bentuknya memang benar. Ada sorokan bawah dan mirip hamparan los petak-petak seperti pedagang basahlah, makanya akan kita pertanyatakan nanti. Kalau itu benar sudah tidak paslah, karna dari awal mayoritas itukan untuk progres prioritas menampung atau merelokasi pedagang kaki lima seperti asesoris, pakaian, sepatu, dan lain-lain. Kan sudah ada pasar basah di Terminal Kota, kenapa lantai atas bentuknya seperti pasar basah, nanti akan kita panggil dinas terkait, klarifikasi apakah memang gambar RAP seserti itu atau bagaimana,”pungkasnya. (*)

 

Sementara itu, Kepala Seksi Intelijen Kejari Metro, Guntoro Janjang Saptodie, membenarkan agenda pemeriksaan sejumlah pejabat Disdag, terkait dugaan korupsi pada proyek renovasi pasar cendrawasih senilai Rp 3,7 miliar lebih yang bersumber pada APBD Kota Metro tahun anggaran 2018.

“Benar, hari ini  kami mengagendakan pemeriksaan terhadap Kadis Perdagangan dan sejumlah pejabat yang terkait,” kata Guntoro Janjang.

Namun, pihaknya belum bersedia memberikan keterangan terkait pemeriksaan terhadap dugaan korupsi proyek renovasi pasar cendrawasih, dengan alasan pemeriksaan masih pada tahap penyelidikan.

Berdasarkan data yang dihimpun,  pada hasil proyek renovasi pasar cendrawasih, yang diperuntukkan bagi pedagang kaki lima (PKL) di pelataran parkir, terdapat sejumlah kejanggalan.

Di antaranya, los pedagang yang dipersiapkan, lebih cocok untuk pedagang hamparan sayuran. Padahal, sebagian besar PKL merupakan pedagang pakaian.

Lalu, pengecoran meja hamparan juga terkesan asal-asalan, termasuk pintu besi loker yang kualitasnya sangat memprihatinkan.

Sebab, belum saja digunakan, sejumlah pintu besi sudah rusak. Terlebih, pemasangan 1 unit escalator untuk menghubungkan lantaii dasar dengan lantai II, kualitasnya juga sangat rendah. Padahal, sesuai dengan RAB, anggaran untuk escalator dibanderol Rp 750 juta.

Praktis, hampir seluruh item pekerjaan, digarap asal-asalan, termasuk pengecatan dinding, yang sudah terlihat kusam, padahal bangunan baru selesai dikerjakan. (*)

You might also like

error: Content is protected !!