Jauh Sebelumnya, Objek Wisata Gunung Temiang Lampung Timur Telah Menjadi Angan-angan

LAMPUNG TIMUR – Jauh sebelumnya, Gunung Temiang Sukadana Lampung Timur memang didambakan stakeholder Lampung Timur agar kedepannya dapat dikembangkan menjadi objek wisata.

Hal itu diungkapkan oleh Ir. Hi. Yusuf,HR warga Desa Muara Jaya Kecamatan Sukadana, pihaknya berangan-angan membuat agrowisata selain wisata alam, budaya dan wisata sirkuit.

“Sebenarnya untuk di Gunung Temiang itu, sudah menjadi angan-angan saya dari awal-awalnya saya membeli lahan di situ, memang arahnya saya kepengennya dijadikan sebagai objek wisata,” ungkap Yusuf HR pada Senin, 30 November 2020 jam 09.30 WIB diruang staf ahli Pemkab Lamtim.

Saat dirinya masih menjabat Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lampung Timur, fokus untuk mengembangkan tanaman buah-buahan.

“Tapi waktu itu saya di pertanian saya fokus pengennya mengembangkan supaya daerah-daerah di sekitar itu dikembangkan dengan tanaman buah-buahan, seperti duren,” tutur seorang mantan Kepala Dinas Pertanian Lampung Timur itu.

Kedepan, para wisatawan berkunjung ke Gunung Temiang tak melulu disuguhi pemandangan panorama alam, melainkan ada juga objek wisata agrowisata.

“Sehingga nanti akan menarik orang yang akan berkunjung wisata ke Gunung Temiang, tidak hanya menikmati pemandangan panorama alam, tapi juga ada sisi lain, adanya buah-buahan, seperti durian, jadi sekali mendayung dua, tiga pulau terlampaui,” terang Staf Ahli Sekretariat Pemkab Lamtim tersebut.

Tak hanya objek wisata alam, melainkan wisata budaya sebab dikawasan Gunung Temiang terdapat bangunan-bangunan peninggalan penjajah baik Belanda maupun Jepang.

“Ya, iya memang masih ada pondasi-pondasi bangunan Jepang di situ itu, nggak tahu Belanda tapi Jepang katanya yang ngebangun itu, apakah memang sudah ada dari zaman Belanda ataukah memang ada Jepang,” jelasnya

Dari ketinggian puncak Gunung Temiang dapat memantau dari beberapa arah untuk kepentingan keamanan penjajah.

“Karena kalau kita melihat dari situ itu, kalau kita naik di puncak itu bisa memantau dari beberapa arah, mungkin itu untuk kepentingan keamanannya,” urainya.

Meskipun bangunan penjajah hanya tinggal pondasinya, bagus untuk dikembangkan menjadi objek wisata karena Gunung Temiang memiliki ketinggian 1600 meter diatas permukaan laut (dpl)

“Tapi itu, ya memang bagus kalau dikembangkan untuk jadi objek wisata, karena itu satu-satunya Gunung yang agak lumayan tinggi diwilayah Sukadana,” imbuhnya.

Kedepannya pengunjung tidak cukup hanya sekedar melihat-lihat saja, tapi masyarakat disekitarnya diberdayakan dalam pengembangan berbagai jenis tanaman buah-buahan.

“Ya mungkin kedepannya tidak cukup hanya untuk orang berkunjung saja dan melihat-lihat, tapi masyarakat disekitarnya di berdayakan untuk mengembangkan tanaman buah-buahan tanaman jeruk, apakah itu duren, ya macam-macam,” ujarnya.

Jadi wisatawan Gunung Temiang tak semata-mata melihat keindahan sunset pemandangan alam saja akan tetapi ada juga objek wisata agrowisata.

“Jadi, masih katanya, sasaran mereka kesitu tidak hanya semata-mata melihat pemandangan alam tetapi juga ada sasaran lain seperti agrowisata.”

Iapun setuju apabila di Gunung Temiang dijadikan arena sirkuit balap motor asalkan tidak merusak lingkungan.

“Saya setuju, karena itu juga kan menjadi salah satu objek, objek wisata, yang penting tidak merusak lingkungan.”

Yang penting dipersiapkan rutenya dengan tujuan agar tidak merusak yang lainnya.

“Disiapkan jalur-jalurnya jangan di sampai merusak yang lain karena bekas-bekasnya itukan pasti rusak,”

Pihaknya setuju apapun site plan objek wisata Gunung Temiang namun utamanya tetap menjaga kelestarian lingkungan maupun cagar budaya.

“Ya, saya setuju apapun yang akan dilakukan tapi yang penting kelestarian wilayah itu tetap terjaga baik lingkungan maupun cagar budayanya,” pungkasnya.

Meskipun rencana pengembangan objek wisata Gunung Temiang dimulai tanpa modal secara finansial, namun calon Pengurus Pokdarwis Desa Sukadana akan berusaha semaksimal mungkin.

“Saya punya kawan ahli ukir, maksudnya jangan tanggung-tanggung membangun objek wisata, apalagi saya punya rekan ahli ukir bangunan,” kata Ginanjar Calon Bendahara Pokdarwis Desa Sukadana dengan penuh semangat saat ditemui pada Senin, 30 November 2020 pukul 15.00 WIB dikediamannya.

“Kalau sudah ada proposal kita jauh lebih cepat, ya coba saja buat proposalnya ntar aku masukin tembusin ke sana, itu WA dari teman,” sambungnya melalui WhatsApp pada pukul 20.37 WIB

(Ropian Kunang)

You might also like

error: Content is protected !!