Nekat Naik Pesawat Terakhir Demi Lamar Kekasih Beda Benua

Jakarta – Ini adalah kisah seseorang yang berjuang melamar kekasihnya di tengah pandemi Corona. Ia naik pesawat terakhir melintasi benua.

Diberitakan CNN, Eihab Boraie, pria yang bertekad melamar kekasihnya itu saat wabah Corona itu, dilanda dilema. Dia diburu waktu untuk memutuskan tinggal di rumah atau menemui kekasihnya di Kanada.

Masalahnya, tidak ada tempat aman ketika virus Corona atau COVID-19 menyebar. Isolasi diri adalah yang terbaik tapi cinta bisa membuatmu melakukan hal-hal di luar nalar.

Sudah begitu, dia harus bertarung dengan waktu karena tak sedikit negara yang memutuskan untuk menutup seluruh negeri. Caranya, dengan menyetop penerbangan untuk meredam kedatangan virus Corona.

Pria ini berpaspor Kanada-Mesir dan jatuh cinta dengan seorang wanita blasteran Italia-Amerika, Francesca Brundisini. Sang kekasih bekerja pada sebuah postdoc di Kota Quebec.

Ketika berita pandemi menyebar di seluruh dunia, mereka berdua menyadari bahwa krisis ini akan berlangsung bukan hanya dalam hitungan pekan, namun bisa berjalan beberapa bulan. Terbang menemui kekasihnya agar ada banyak waktu seolah menjadi iming-iming manis di masa-masa sulit seperti ini.

Tapi, di sisi lain, Eihab tersiksa andai harus meninggalkan keluarga. Kedua orang tuanya berusia 60-an dan amat riskan jika mereka terpapar Corona. Apalai, mereka memiliki riwayat diabetes dan penyakit jantung.

Eihab tak ingin jauh dari orang tuanya di periode wabah Corona ini. Dia tahu betul konsekuensi andai terjadi apa-apa pada ibu dan ayahnya. Dia akan amat menyesal jika skenario etrburuk itu datang, dia tidak pernah melihat mereka lagi.

Dia pun mengajak bicara kedua orang tuanya. Hasilnya, orang tuanya menyarankan untuk mencari penerbangan, karena kasihan kekasihnya sendirian di Kanada.

Tapi, melakukan penerbangan di waktu ii bukanlah hal mudah. Eihab mesti berebut tempat duduk dengan penumpang lain.

Ya, Mesir mengumumkan bandara-bandaranya akan ditutup pada 19 Maret, satu-satunya tiket yang tersisa melejit harganya dari USD 700 menjadi lebih dari USD 3.000. Dia pun harus transit di negara yang sudah terjangkit Corona.

Ia memutuskan untuk memasukkan namanya di daftar tunggu EgyptAir untuk penerbangan langsung ke Toronto. Asumsinya adalah bisa pulang jika pemerintah Kanada mengirim pesawat untuk menjemput warganya yang terlantar.

Luar biasa. Beberapa jam sebelum penutupan bandara, ia menerima telepon yang menyatakan bahwa ia mendapatkan satu kursi di penerbangan terakhir ke Kanada.

Eihab lalu bergegas ke kantor EgyptAir di Distrik Korba, Kairo dan mendapatkan tiket. Ketika keluar pintu, ia melihat toko perhiasan masih buka dan bersyukur bahwa ia memang membutuhkannya.

Dalam perjalanan pulang, ia melihat angkatan militer Mesir muali disebar di seluruh kota, bersiap untuk dikerahkan. Kemungkinan jam malam akan diberlakukan dalam waktu dekat.

Selanjutnya klik sumber : https://travel.detik.com/travel-news/d-4956140/nekat-naik-pesawat-terakhir-demi-lamar-kekasih-beda-benua

You might also like

error: Content is protected !!