Heru Situmorang Sopir Grandmax Kabarnya Kabur Dari Rumah Sakit Pasca Lakalantas Beruntun?

LAMPUNG TIMUR – Peristiwa kecelakaan lalu lintas (lakalantas) beruntun terjadi pada Senin, 27/2 sekitar pukul 17.00 WIB tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Lintas Pantai Timur (Jalinpantim), Tambah Dadi, Purbolinggo, Lampung Timur.

Lakalantas terjadi antara kendaraan bermotor (ranmor) roda empat merek grandmax BE8346OB, putih, dikendarai oleh Heru Situmorang alias Heru Simorangkir. Diduga Heru mengendarai mobil dalam kecepatan tinggi dan dalam keadaan sehingga terjadi tabrakan beruntun.

Selain dugaan menabrak ranmor roda empat merek mobilio BE1681NE warna putih yang dikemudikan oleh Bela, mobil grandmax yang dikemudikan Heru tersebut jugt menghantam ranmor roda dua merek beatz merah disetir pemiliknya Siswati.

Akibatnya, mobil grandmax mengalami rusak bagian sudut kanan depan hingga berikut copot rodanya dan juga mobil mobilio rusak samping kanan depan serta motor beatz mengalami kerusakan lumayan parah.

Heru dilarikan ke UGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sukadana oleh Nasrul dan Hartoyo yang merupakan sahabat karib dan orangtua Indra Irawan pemilik mobil grandmax. Lalu Heru dirujuk ke salah satu Rumah Sakit GH di Bandar Lampung yang disinyalir mengalami retak tulang rusuknya.

Sementara Bella mengalami lecet-lecet bagian wajah dan keseleo bagian pangkal lengan kanannya, sedangkan Siswati menderita patah tulang paha kanan dirujuk ke RS Mardi Waluyo Bandar Lampung, hingga kini rawat jalan dirumahnya.

Ketiga unit kendaraan itu langsung diamankan oleh satuan petugas (satgas) unit kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) Kepolisian Resort (Polres) Lampung Timur (Lamtim) ke markas setempat.

Menurut Bella, saat dirinya melaju dari arah Sukadana dalam perjalanan pulang ke Way Bungur tampak dari depan mobil grandmax yang dikendarai oleh Heru oleng bahkan melebihi garis line tengah marka ruas badan jalan jalurnya atau mengambil jalurnya.

“Dari depan mobil grandmax udah oleng ambil line saya,” kata Bella singkat pada Rabu, 29/2 pukul 14.00 WIB.

Lalu, Heru belum ada pembicaraan dengan Indra Irawan pemilik mobil grandmax, namun beruntung untuk biaya berobatnya terbantu uang klaim asuransi.

“Sejauh ini, saya belum ada omongan apa-apa dari beliau, saya juga belum ketemu, kemarin terbantu biaya berobat dari jasa raharja, kalo tidak, saya nggak tau cari kemana,” kata Heru pada Sabtu, 8/2 jam 09.11 WIB melalui aplikasi WhatsApp.

Ia menganjurkan agar berkomunikasi langsung dengan Indra Irawan pemilik mobil grandmax, sehubungan dirinya tak dapat berbuat apa-apa.

“Sampai sekarang, masih kata Heru, saya hanya bisa tidur, karena bagian dalam hancur, nggak bisa kerja berat lagi, bingung bagaimana nasib saya, doakan supaya saya bisa beraktifitas lagi, nanti coba ya, komunikasi dengan pak Indranya.”

Selanjutnya, Heru belum dapat beraktivitas seperti biasa disebabkan karena masih dalam tahap pemulihan tulang rusuknya yang retak.

“Masih tahap pemulihan belum bisa beraktifitas berat, dada masih ada gumpalan darah, tulang rusuk yang retak terkadang ngilu,” sambung Heru Situmorang alias Heru Simorangkir pada Rabu, 4/3 jam 10.18 WIB juga via WhatsApp.

Keluar dari RSGH Balam, Heru berobat ke Surabaya Propinsi Jawa Timur dan berharap urusan lakalantas yang dialaminya segera selesai karena pekerjaannya terbengkalai.

“Dirumah berobat jalan sementara di Surabaya, saya juga berharap secepatnya selesai karena semua perkerjaan terbengkalai dan tidak bisa berbuat apa-apa untuk keluarga saya,” harapnya.

Hingga berita ini diturunkan, tidak ada itikad baik dari Heru Situmorang alias Heru Simorangkir maupun Indra Irawan bin Hartoyo.

Sementara, keluarga besar Siswati maupun Bella menunggu untuk musyawarah secara kekeluargaan, saling menyadari apabila lakalantas tersebut merupakan musibah.

You might also like

error: Content is protected !!