Izinnya Satu Usahanya Dua, Bukannya Rendah Nilainya Tetap Tinggi

Laporan : Ropian Kunang

LAMPUNG TIMUR – Konon kabarnya, usaha budidaya sarang burung walet melemah seiring nilai jualnya, akan tetapi semangat untuk mengembangkan usaha kian menguat.

Buktinya, salah seorang pengusaha yang berasal dari Kabupaten Lampung Tengah sanggup mendirikan bangunan budidaya waletnya di Kabupaten Lampung Timur.

Sementara itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Timur sejak tahun 2017 silam telah menghapus pajak sarang burung walet sebagai salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD).

Meskipun, Peraturan Daerah Kabupaten Lampung Timur Tentang Retribusi Izin Usaha Sarang Burung Walet Dan Sriti, juga Peraturan Daerah Kabupaten Lampung Timur Tentang Retribusi Izin Mendirikan Bangunan belum dihabiskan masa berlakunya.

Contohnya, ditemukan sebuah bangunan bertingkat yang memiliki dua fungsi, yaitu bangunan fungsi III dan bangunan fungsi IV. Tampak terpampang pada bangunan plat nomor izin mendirikan bangunan (IMB), usut punya usut itu IMB bangunan fungsi III.

Menurut Pahing sang penjaga, bangunan bertingkat milik warga Kecamatan Seputih Banyak Kabupaten Lampung Tengah itu telah resmi mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB).

“Sudah keluar kok, itu (plat nomor) ada IMB-nya, sudah empat bulanan, saya yang disuruh nempelin. Saya (kerja) disini, jadi (pengurus) kalau ada apa-apa, surat izin (IMB) saya nggak tau menahu, tau taunya saya, pak (disuruh) pasang (plat) ini, lah apa udah keluar, udah,” kata Pahing pada menirukan majikanya pada Minggu, 15/3 jam 10.50 WIB dilokasi bangunan itu.

Ternyata, IMB dimaksud bukan budidaya walet melainkan IMB toko material seluas 96 meter persegi, diterbitkan dan ditandatangani oleh Kepala Dinas Pusat Pelayanan Terpadu Perizinan Satu Pintu (P2TPSP) Kabupaten Lampung Timur, Heri Alfasha pada 5 September 2019.

“Hari senen nanti (besok) staf tinjau lapangan, sekalian kita cek berkas yang bersangkutan, sesuai nggak dengan peruntukannya,” tegas Yuliansyah, SH Kadis P2TPSP Lamtim pada pukul 12.20 WIB melalui aplikasi WhatsApp.

Mengutip kompas.com edisi Selasa, 10 Maret 2020 dengan judul, Tak Terimbas Corona, Ekspor Sarang Burung Walet Sumut Ke China Tetap Tinggi, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengekspor 693,75 kg sarang burung walet senilai Rp 11,65 miliar ke empat negara.

Ekspor sarang walet untuk pertama kalinya menembus pasar Amerika Serikat (AS), seolah tidak terpengaruh virus corona, permintaan sarang burung walet dari Chingga justru terus meningkat.

Rusiana owner PT. Ori Ginalnest, perusahaan di bidang ekspor sarang burung walet, mengatakan untuk mendapatkan sarang walet ini dia mendapatkannya dari peternak yang ada di Sumatera dan Sulawesi.

Ekspor sarang burung walet kali ini dikirim ke Amerika Serikat, Australia, Eropa dan China, ekspor ke Amerika Serikat, lanjutnya, adalah yang pertama kali sebanyak 52 kg, Australia 14 kg, Eropa 10 kg dan dengan jumlah yang terbesar ke China sebanyak 517,75 kg.

“Kenapa terbesar dikirim ke China karena warga Tionghoa sudah mengkonsumsi sarang burung walet sejak ribuan tahun yang lalu jadi sangat sangat membudaya dan mereka tahu kualitas sarang burung walet bisa meningkatkan daya tahan tubuh dan bagus untuk kesehatan paru-paru,” katanya.

Perlu untuk diketahui, bangunan fungsi III adalah bangunan tempat usaha selain budidaya walet atau sriti. Sedangkan bangunan fungsi IV adalah khusus untuk bangunan budidaya walet atau sriti.

Peraturan Daerah Kabupaten Lampung Timur Nomor 03 Tahun 2006 Tentang Retribusi Izin Usaha Sarang Burung Walet Dan Sriti, Pasal 6. Setiap orang dan badan hukurn yang melakukan usaha sarang burung walet dan sriti di Kabupaten wajib memiliki izin usaha.

Peraturan Daerah Kabupaten Lampung Timur Nomor 24 Tahun 2011 Tentang Retribusi Izin Mendirikan Bangunan,
Pasal 16 Ayat (2) huruf D.

You might also like

error: Content is protected !!