Anggaran Pemeliharaan Jaringan Irigasi Sekunder Diduga Kuat Tidak Direalisasikan

Laporan : Ropian Kunang

LAMPUNG TIMUR – Kurang lebih 107 sampai 170 dari 198 hektar Daerah Irigasi (DI) atau areal sawah petani di Desa Surabaya Udik Kecamatan Sukadana terindikasi tidak mendapat bagian air yang dialirkan melalui jaringan irigasi (JI) primer Bendungan Way Andak Satu Sukadana. Hal itu disebabkan, JI saluran sekunder diduga tidak dipelihara sehingga berimbas pada saluran tersier tak dapat mengalirkan air dan hanya mengairi lebih kurang 28 sampai 81 hektar DI areal sawah saja yang berfungsi.

Menurut Tukijan (58) petugas pintu air (PPA) saluran jaringan irigasi Bendungan Way Andak Satu Sukadana sepanjang 4,000 meter dengan areal baku seluas 198 hektar dan areal fungsi seluas 81 hektar.

“Saluran irigasi sepanjang 4,000 meter kiri-kanan untuk mengairi areal sawah seluas 198 hektar baku sedangkan kini yang terairi (fungsi) hanya seluas 81 hektar”, kata Tukijan pada Minggu, 9/2 pukul
Perbedaan mencolok atas luas areal daerah irigasi kecil Bendungan Way Andak Satu Sukadana antara pengakuan Tukijan (58) petugas pintu air (PPA) dan pengakuan Sukisno (57) Koordinator Wilayah (Korwil) Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pekerjaan Umum Pengairan Kecamatan Purbolinggo.

“Jumlah areal sawah baku 28 hektar atau yang masih berfungsi Way Andak Satu seluas 28 hektar”, kata Sukisno pada Selasa, 11/2 jam 11.30 WIB di ruang kerjanya.

Cen Suatman Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lampung Timur mengatakan Verzinita Hasan Kepala Dinasnya sedang menghadiri acara Musrenbang dan tidak mengetahui tentang operasi dan pemeliharaan pengairan.

“Kadisnya (Verzinita Hasan) Musrenbang di Braja Selebah, saya bukan orang teknis, biasanya kabid-kabid itu orang tekhnis yang dilapangan”, kata Cen Suatman pada Rabu, 12/2 pukul 14.11 WIB melalui sambungan handphone.

Tidak berfungsinya daerah irigasi areal sawah lebih kurang 107 – 170 hektar milik petani Desa Surabaya Udik, perihal tersebut terindikasi melanggar :

– Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2006 Tentang Irigasi, Pasal 83 Ayat (1) Alih fungsi lahan beririgasi tidak dapat dilakukan kecuali terdapat :
a. Perubahan rencana tata ruang wilayah, atau
b. Bencana alam yang mengakibatkan hilangnya fungsi lahan dan jaringan irigasi.

Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan,
– Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Nomor : 12/ PRT/ M/ 2015 Tentang Eksploitasi Dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi dan

– Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Nomor 14 tahun 2015 tentang Kriteria dan Penetapan Status Daerah Irigasi.

Hasil pantauan di lokasi, ditemukan jaringan irigasi saluran sekunder Bendungan Way Andak Satu Sukadana tidak dilakukan pemeliharaan. Selain itu berdampak pada jaringan irigasi saluran tersier dan 107 – 170 hektar areal sawah daerah irigasi tak berfungsi.

You might also like

error: Content is protected !!