Soal Asset Pemkot Diminta Kemenkum HAM, Ini Kata Wakil Walikota Metro

Kota Metro

Wakil Walikota Metro, Djohan, SE,. MM

metrodeadline.com – Asset Pemerintah Kota (Pemkot) Metro di jalan AH. Nasution yang saat ini digunakan untuk Rumah Peyimpanan  Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Metro beharap di serahkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. 

Permintaan tersebut di utarakan,  Firman Hidayat selaku pejabat lama Kepala Rupbasan Metro,  saat memberikan giliran sambutan serah terima jabatan, Kalapas, KPLP, dan Kepala Rupbasan Metro, di halaman Lapas Metro,  Kamis (16/01/2020).

Menurutnya, sebagai lembaga vetikal sangat layak bila asset tersebut di serahkan agar bisa dibangun. “Kita sangat berharap kepada pemerintah kota agar mau menghibahkan asset tersebut, mengingat gedung penyimpanan barang sitaan negara harus representatif,”harapnya diamini Sahril selaku Kepala Rupbasan yang baru dan sejumlah pejabat yang hadir. 

Sementara itu menanggapi hal tersebut, Wakil Walikota Metro,  Djohan, SE,. MM mengaku tidak keberatan. Menurutnya,  roda pemerintahan saat ini memang di bantu oleh sejumlah lembaga vertikal,  seperti jajaran polres,  kodim,  BNN,  dan Kemenkum HAM.

 “Ya tidak ada salahnya, ketika mereka ada keperluan untuk menjalankan dan untuk menunjang sarana prasana,”tuturnya. 

Selain itu,  kata Djohan nanti akan dibicarakan dengan Walikota terkait tindak lanjutnya. “Apakah nanti dibuatkan MoU (Memorandum Of Understanding), yang sifatanya penyerahan total, atau pinjaman harus jelas,”ungkapnya.

  “Ya kalau dipinjamankan tidak bisa membangun,  tapi kalau kita serahkan pasti bisa dibangun. Saya hanya bisa merespon dan mendorong, tentu lapor pak Wali dulu, kalau tidak digunakan pemkot ya serahkan saja,”ujarnya (*)

You might also like

error: Content is protected !!