Imam Mushola di Lamteng Tewas Mengenaskan, Ini Penyebabnya

Lampung Tengah


Lampung Tengah – Seorang imam musholla di Kampung Meranggijaya, Kecamatan Putra Rumbia, Kabupaten Lampung Tengah Koimun (54) ditemukan meninggal dunia, Rabu (15/01/2020).

Kematianya diduga menjadi korban pembunuhan oleh tetangganya sendiri, M (45) yang mengalami gangguan jiwa.

Padahal tersangka dan korban merupakan warga Kampung Meranggijaya, Putra Rumbia.

Koimun dibunuh saat hendak salat Azhar sekitar pukul 16.00 WIB. Korban pertama kali ditemukan sang istri, Toisah dalam keadaan telungkup di ruang imam musholla.

Kapolres Lamteng AKBP I Made Rasma melalui Kapolsek Rumbia AKP Heru Prasongko mengatakan bahwa, tersangka memang mengalami gangguan jiwa.

Hal ini berdasarkan hasil pemeriksaan oleh dokter spesialis syaraf di Kota Metro, Suradi Sujarwo.

“Pelaku memang pasien aktif dokter spesialis syaraf di Metro. Dan memang masih dalam tahap pengobatan sejak tahun 2018,” ujar kapolsek diwakili Kanit Reskrim Bripka Andi Kurniawan, S.H., Jumat (17/1/2019).

Menurut keterangan tersangka, lanjut kanit reskrim, korban dibunuh dengan cara dicekik menggunakan sajadah. Sebelum menghabisi nyawa korban, pelaku mengaku mendapat bisikan ghaib.

“Kita dapatkan keterangan, tersangka membunuh korban karena dapat bisikan ghaib bahwa korban harus dibunuh karena sering mencuri uang kotak amal,” jelas dia.

Karena mengalami gangguan jiwa, keterangan pelaku sering berubah-ubah.

“Meski demikian kita yakin Mustakim adalah pelakunya. Kita punya bukti dia mengakui. Lalu diperkuat keterangan saksi-saksi, dan bukti yang didapat di TKP,” ungkapnya.

Sebab pada saat kejadian, hanya ada dua orang di dalam musholla. Yakni tersangka dan korban.

“Lalu istri korban yang pertama kali melihat. Pelaku sedang berdiri dan korban sudah dalam keadaan terlungkup,” jelasnya.

Keterangan lain yang didapat dari pamong kampung, dua minggu sebelum kejadian, pelaku sudah mengancam sejumlah warga dan akan membuhnya.

Untuk proses hukum lebih lanjut, tersangka berikut barang bukti berupa sajadah telah diamankan di Mapolsek Rumbia.

“Proses hukum tetap berjalan sesuai dengan aturan. Meski tersangka mengalami gangguan jiwa,” pungkasnya. (Hari)

You might also like

error: Content is protected !!