Langka, Pohon “Kelapa Seribu” Tidak Berbuah, Bercabang Berdaun Rimbun

Laporan : Ropian Kunang


LAMPUNG TIMUR – Telah ditemukan sebatang pohon kelapa diperkirakan berumur sekitar 56 tahun, dinilai layak disebut “Kelapa Seribu”. Lokasi Pohon Kepala Seribu itu tepatnya berada dalam wilayah Rukun Tetangga (RT) 002 Rukun Warga (RW) 001 Desa Negeri Jemanten Kecamatan Marga Tiga Kabupaten Lampung Timur.


Pohon “Kelapa Seribu” itu merupakan salah satu dari ratusan hasil tanaman almarhum Muhamad Ali dengan Gelar Adat Suttan Sejagat alias Semeno Kano warga Desa Negeri Jemanten, ditanam sekitar tahun 1963 silam disebidang tanah pekarangan terletak dibagian belakang rumahnya.


Keanehan pohon “Kelapa Seribu” itu, tidak sama halnya seperti ratusan pohon kelapa lainnya. Setiap muncul tangkai atau manggar, bukannya bakal calon buah yang muncul, melainkan tumbuh daun pada tangkai atau tunas yang mirip menyerupai pohon kelapa.


Tangkai atau tunas yang tumbuh rapat berbaris mengelilingi pohon kelapa mulai dari ketinggian 3 meter hingga mencapai lebih kurang belasan meter. Diperkirakan, almarhum Muhamad Ali pemiliknya saat bercocok tanam tanaman pohon kelapa sekitar tahun 1930 setelah pindah dari Dusun Kampung Baru Desa Pasar Sukadana Kecamatan Sukadana.


Keberadaan pohon “Kelapa Seribu” itu diketahui bermula dari Suhaili Murni warga Desa Pasar Sukadana Kecamatan Sukadana mendatangi Muhamad Adam saudaranya di Desa Negeri Jemanten bersilaturahmi yang telah lama tak saling kunjung.


“Apakah pohon kelapa yang banyak cabangnya dibelakang rumah kita ini masih ada”. Kata Suhaili (49) Jumat, 13 September 2019 jam 10.30 WIB saat menanyakan pada Adam disela-sela obrolan kedua bersaudara itu.

Kini dimusim kemarau, cabang ataupun tunas tak berdaun melainkan tampak terlihat indah dan tampak rimbun disaat turun musim penghujan.

“Masih ada, tapi kalau sekarang masih musim panas, kurang enak kita liatnya karena daun ditunasnya nggak ada. Tapi nanti kalau sudah musim hujan daunya rimbun dari bawah sampai keatas, pasti enak untuk diliat”. Timpal Adam anak ketiga almarhum Muhamad Ali dari empat bersaudara.


Menurut Muhamad Samsi (70) selama pohon kelapa seribu yang ditanam oleh almarhum Muhamad Ali orangtuanya itu tumbuh, memang tak pernah berbuah melainkan hanya menghasilkan banyak cabang ataupun tunas disertai daun.

“Pohon kelapa itu memang tidak pernah ada buahnya, setiap keluar manggarnya yang muncul bukannya buah kelapa, tapi malah daun dari setiap manggar yang jadi tunas itu”. Ujar Muhamad Samsi anak pertama almarhum Muhamad Ali.

Kedepan belum dapat dipastikan apakah pohon “Kelapa Seribu” itu bisa berumur panjang. Perkaranya, tanah lokasinya itu telah dibebaskan oleh Pemerintah untuk dijadikan daerah sempadan Bendungan Marga Tiga.

Di Propinsi Lampung Kabupaten Lampung Utara Kecamatan Kota Bumi Selatan terdapat wilayah bernama Kelurahan / Desa “Kelapa Tujuh. Konon ceritanya, asal-usul nama Kelapa Tujuh itu berasal dari sebatang pohon kelapa yang ditumbuh sebanyak 7 tunas atau cabang, kini diabadikan menjadi nama yaitu Kelurahan/Desa Kelapa Tujuh.-

You might also like

error: Content is protected !!