Malapetaka Akibat Malapraktik, Oknum Bidan Merawat Pasien Diluar Wewenang

LAMPUNG TIMUR – Afen (23) bin Suparlan (66) warga Kecamatan Sekampung Jumat, 14 Juni 2019 jam 07.00 WIB berobat menjalani pelayanan kesehatan (yankes) rawat inap (ranap) ditempat Praktek Mandiri seorang Bidan di Kecamatan setempat, berinisial, Yuli

Setelah menjalani ranap selama 2 x 24 jam, kondisi kesehatan Adi bukannya meningkat sebaliknya menurun. Yang mana, Adi Minggu, 16 Juni 2019 jam 07.00 WIB dirujuk oleh YE ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sukadana.

Malapetaka terjadi, nyawa Adi tak bisa diselamatkan diduga akibat malapraktik selama menjalani rawat inap ditempat YE melakukan kegiatan Praktik Mandiri. Ia hembuskan nafas terakhirnya yang hanya sekejab ditangani oleh tenaga kesehatan diruang instalasi gawat darurat (IGD).

“Anak saya itu sakit, Jumat (14/6) jam 7 pagi diantar berobat ketempat bu E, kemudian Minggu (16/7) jam 7 pagi drop batuk-batuk. Akhirnya dibawa bu E ke rumah sakit, saat sedang diperiksa di IGD dia meninggal”. Kata Suparlan (66) orangtua Adi Afendi Jumat, 12/7 pukul 16.00 WIB dirumah.

Secara lisan, YE telah berjanji dihadapan Suparlan dan Nila Rismaya (21) istri Adi akan menanggung biaya sekolah Savira (1,3) anak sang buah hati Adi dan Nila sebelumnya menggratiskan biaya pelayanan kesehatan baik obat maupun rawat inap hingga rumah sakit.

“Bu E janji menanggung biaya sekolah cucu saya itu dan nggak minta biaya atas anak saya yang dirawat inap disana selama dua hari dua malam sampai meninggal dirumah sakit”. Ujarnya.

Menurut Suparlan, praktek pelayanan kesehatan rawat inap terhadap setiap pasien sejak lama dilakukan oleh YE bahkan semua tetangganya pernah dirawat inap juga.

“Bu E sudah lama buka rawat inap sebab semua tetangga disini dirawat ditempat bu E, saya tau karena saya juga nengok kesana”. Tuturnya.

Sepeninggal Adi Afendi meninggalkan seorang istri berbama Nila Rismaya (21) dan seorang anak perempuan pertama bernama, Savira (1,3).

Ketika dikonfirmasi dan diklarifikasi, YE sulit dihubungi baik dirumah tempat praktek mandirinya dan sambungan handphone, sedangkan melalui aplikasi WhatssApp terkirim dan terbaca namun tidak dijawab.

Pertanyaanya, apakah pelayanan kesehatan rawat inap 2 x 24 jam terhadap Adi Afendi sesuai SOP (standar operasional prosedur) dan UU 4/ 2019 tentang Kebidanan menyebabkan pasien meninggal dunia dan sejak lama melayani rawat inap”. Demikian bunyi konfirmasi dan klarifikasi kepada YE juga pejabat utama dijajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Timur.

Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2019 tentang Kebidanan

Pasal 46 Ayat (1) Dalam menyelenggarakan praktik kebidanan, Bidan bertugas memberikan pelayanan yang meliputi pelayanan kesehatan ibu, pelayanan kesehatan anak dan pelayanan kesehatan reproduksi perempuan dan keluarga berencana, pelaksanaan tugas berdasarkan pelimpahan wewenang dan atau pelaksanaan tugas dalam keadaan keterbatasan tertentu.

Pasal 69 Ayat (2) Pembinaan dan Pengawasan sebagaimana dimaksud dalam Ayat (1) diarahkan untuk :
a. Meningkatkan mutu pelayanan Kebidanan
b. Melindungi masyarakat dari tindakan Bidan yang tidak sesuai standar dan
c. Memberikan kepastian hukum bagi Bidan dan Masyarakat

Laporan :

– Ropian Kunang
– Mudabbar, RI Ketua LSM Berkitab
– Agus Sopri anggota Laskar Merah Putih

You might also like

error: Content is protected !!