Pemasangan Kabel Tanah Tanam Langsung Diduga Tidak Sesuai Pedoman

 

LAMPUNG TIMUR – Pelaksanaan kegiatan pemasangan kabel tanah tanam langsung Indosat diduga tidak sesuai dengan pedoman sebagai petunjuk dalam pelaksanaan pemasangan kabel tanah tanam langsung.

Mulai dari persiapan penarikan baik alat-alat dan material serta sarana, hingga kedalaman galian alur kabel selayaknya sesuai dengan Ketentuan Peraturan Perundangan Undangan.

“(nama perusahaan) PT. SKP, (nama pimpinan) kurang tau juga pak saya cuma kerja, pak Witno kepala rombongan, (upah) borongan (1,500.00 / meter), (upah gali tanah) nggak tau, saya cuma nari (kabel)”. Kata Toto tenaga kerja Senin, 8/7/2019 pukul 15.300 WIB dilokasi kegiatan pekerjaan pengggalian pemasangan kabel tanah tanam langsung memanfaatkan bahu ruas badan Jalan Lintas (Jalin) Pantai Timur (Pantim) Desa Muara Jaya Kecamatan Sukadana sebagai Jalan Nasional.

Sejumlah 3 Desa di Kecamatan Sukadana dilalui jalur pemasangan akan tetapi diduga pihak perusahaan tidak menyampaikan pemberitahuan pelaksanaan kegiatan kepada Aparatur Pemerintahan Desa Muara Jaya, Sukadana Ilir dan Desa Pasar Sukadana.

“Sampai hari ini, tidak ada yang namanya pemberitahuan untuk kami sebagai Kepala Desa disini”. Tegas Delly Solthony alias Adel Kepala Desa Pasar Sukadana Selasa, 9/7/2019 jam 10.00 WIB diruang kerjanya.

Pihak pelaksana pemasangan kabel tanah tanam langsung indosat yang memanfaatkan bahu ruas badan jalan Nasional, Propinsi, Kabupaten, Kecamatan dan bahu jalan Desa dalam wilayah Kabupaten Lampung Timur tidak menyampaikan pemberitahuan ke Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah (TKPRD) Kabupaten setempat.

“Tidak ada laporan”. Kata Kepala Bidang Cipta Karya dan Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Lampung Timur, Indra Alfandi Ramlie singkat Selasa, 9/7/2019 pukul 14.48 WIB melalui aplikasi WhatssApp.

Begitu juga halnya pemberitahuan tidak disampaikan perusahaan ke pihak Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kabupaten Lampung Timur.

Menyikapi kendaraan Dinas Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Timur yang terperangkap lobang galian pemasangan kabel tanah tanam ditimbum terindikasi tak bermutu, pihak perusahaan seakan tak mau tau.

“Saya tidak tau apa masalah mobil itu, ini malah baru dengar infonya”. Kata Witno yang mengaku jadi kepala rombongan tenaga kerja Rabu, 10/7/2019 jam 10.08 WIB

Terdapat masyarakat yang dirugikan sebab kendaraannya terperosok kedalam galian lubang indikasinya akibat pemadatan tidak menggunakan material dan alat pemadat rammers disinyalir mengalami kerusakan.

Supervisor pelaksana kegiatan pekerjaan pemasangan kabel tanah tanam langsung indosat, Wawan tidak dapat dihubungi ketika dikonfirmasi terkait apakah pelaksanaan kegiatan pekerjaan tersebut sesuai dengan pedoman sebagai petunjuk dalam pelaksanaan dan ketentuan peraturan perundangan-undangan berlaku.

Untuk melaksanakan kegiatan tersebut pihak perusahaan hanya memiliki izin pemanfaatan ruang dari pihak terkait di Propinsi Lampung sebab menggunakan bahu ruas badan jalan lintas pantai timur atau jalan nasional, sementara izin Kabupaten Lampung Timur diduga terabaikan sedangkan terdapat bahu pada ruas badan Kabupaten, Kecamatan dan jalan Desa yang dilalui jalur jaringan telekomunikasi.

Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Tata Ruang dan Peraturan Daerah Kabupaten Lampung Timur 04 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Lampung Timur Tahun 2011-2031.

Peraturan Menteri Komunikasi dan Informasi Nomor 1 Tahun 2010
tentang Tata Cara Penyelenggaraan Jaringan Telekomunikasi dan Keputusan Presiden Nomor 96 Tahun 2014 tentang Rencana Pita Lebar Indonesia 2014-2019.

Sebelumnya, telah diberitakan dengan judul “Mobil Plat Merah Terperosok Ditimbunan Kabel Optik Yang Terkesan Asal Timbun” edisi Senin, 20/5/2019 di infowaw.com.

Laporan : Ropian Kunang.

You might also like

error: Content is protected !!